Beirut, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, menyatakan pihaknya telah mencetak kemenangan setelah dua bulan kontinyu berjihad, sementara Israel tidak mencapai satupun tujuannya.
Dalam konferensi pers dari pinggiran selatan Beirut, Rabu (27/11), Mahmoud Qamati, mengatakan, “Kami meraih kemenangan hari ini setelah dua bulan berjihad, teguh dan bertekad secara terus menerus, dan musuh tidak mencapai tujuan apa pun.”
Dia menambahkan, “Kegigihan kubu perlawanan (Hizbullah) di selatan telah mengandaskan musuh dan juga menggagalkan agresi terhadap Timur Tengah… Apa yang terjadi saat ini adalah kemenangan bagi keamanan pan-Arab.”
Dia menyampaikan ucapan selamat kepada komunitas dan masyarakat lingkungan Hizbullah, yang menurutnya, telah solid, tabah, sabar, setia dan berkorban dalam mendukung perlawanan.
“Kami pun setia kepada lingkungan ini,” sambungnya.
Mahmoud Qamati kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan prosesi pemakaman Syahid Hassan Nasrallah dan Sayyid Hasyim Syafiyuddin.
“Prosesi ini akan menjadi referendum rakyat dan politik bagi pengadopsian metode perlawanan,” tuturnya.
Qamati juga mengatakan, “Kami akan menindaklanjuti masalah tawanan serta masalah rekonstruksi. … Saya katakan kepada khalayak Lebanon bahwa ketika musuh gagal mencapai tujuannya dan mencapai titik kebuntuan militer maka inilah kemenangan.”
Mengenai Palestina, dia menyatakan, “Hamas dan Jihad Islam berterima kasih kepada perlawanan dan para pemimpinnya, dan kami hari ini mengatakan bahwa kami tidak akan meninggalkan Palestina, yang merupakan urusan mendasar kita semua.”
Mengenai mekanisme kelanjutan dukungan Hizbullah kepada Palestina, Qamati memastikan bahwa hal ini akan diputuskan pada saatnya, sembari menyebutkan bahwa penghargaan atas kemenangan ini pertama-tama diberikan kepada pihak perlawanan, kedua kepada pendirian politik resmi, dan ketiga kepada lingkungan perlawanan.
Dia juga mengatakan, “Penghargaan atas kemenangan ini diberikan kepada negosiasi yang solid dari negosiator politik Lebanon, yang dipimpin oleh Ketua (Parlemen) Nabih Berri.”
Kerugian Tentara Israel
Dalam pernyataan pertamanya setelah dimulainya penerapan gencatan senjata, Hizbullah memastikan pasukannya berkesiapan penuh menghadapi ketamakan dan agresi musuh, dan menyatakan bahwa juga korban tewas di pihak tentara Israel sejak melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan mencapai lebih dari 130 orang, sedangkan korban lukanya lebih dari 1250 orang.
Mengenai kerugian materi pihak militer Israel, Hizbullah menyebutkan para pejuangnya telah menjatuhkan 9 drone serta menghancurkan 59 tank, 11 buldoser, 2 mobil Hummer, 2 kendaraan lapis baja, dan 2 kendaraan pengangkut personil.
Hizbullah menyatakan, “Kerugian Israel ini tidak termasuk kerugian di berbagai pangkalan, situs, barak militer serta permukiman dan kota-kota di wilayah pendudukan (Palestina).” (mm/alalam)