Hizbullah: Saudi Mensponsori Kejahatan AS dan Israel Di Timteng

0
137

Beirut, LiputanIslam.com – Wakil Sekretaris Jenderal kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon,  Syekh Naim Qassem, menyebut rezim Arab Saudi sebagai biang kerok kekacauan di Timur Tengah yang bahkan tak segan-segan mensponsori kejahatan jahat Amerika Serikat (AS) dan Israel.

“Pejabat Saudi membayar kejahatan Amerika-Zionis dari kantong kaum fakir miskin di tengah masyarakat negara kerajaan ini. Penguasa Saudi telah mengubah negara ini menjadi kerajaan kejahatan. Uang Saudi berada di belik semua krisis dan kemelut di kawasan itu, termasuk agen-agen yang berada di pihak Amerika-Israel, “ujar Syekh Naim Qassem pada sebuah seremoni di kota Kfar Fila di bagian selatan Lebanon, Ahad malam waktu setempat (28/4/2019).

Qassim menambahkan bahwa rezim Saudi adalah contoh nyata rezim diktator yang memraktikkan semua jenis penindasan dengan dekte AS dan untuk melegitimasi normalisasi hubungan diplomatik Arab dengan Israel melalui prakarsa Deal of the Century yang merampas dan menduduki Palestina.

“Arab Saudi melakukan pembantaian dengan mengeksekusi sejumlah warganya tanpa pengadilan yang fair dan melalui pengakuan palsu. Orang-orang itu dituntut hanya karena mengekspresikan pandangan mereka dan berbicara kebenaran. Ini hanya bagian dari kejahatan rezim Al Saud, yang juga telah membunuh (ulama Syiah Saudi) Sheikh Nimr Baqir al-Nimr dan (jurnalis terkenal) Jamal Khashoggi, serta menghancurkan kehidupan di Yaman selama lebih dari empat tahun tanpa dihukum, ” terang Syeikh Qassem.

Dia melanjutkan,“ (Klan) al-Saud adalah pihak yang menghancurkan Suriah, mempromosikan (ideologi radikal) Wahhabisme, mengirim al-Qaeda, al-Nusra dan sekutu teroris mereka ke Irak, Suriah, Lebanon dan tempat lain di kawasan Timur Tengah, dan memicu perselisihan sektarian. Mereka adalah orang-orang yang telah menyabotase Libya, Sudan dan Aljazair. Rezim ini menghalangi stabilitas di kawasan ini.”

Dia juga menekan bahwa Riyadh adalah pihak yang paling meremehkan standar-standar HAM dan sangat menyimpang dari ajaran Islam. (mm/presstv)

DISKUSI: