Beirut, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Syeikh Ali Damoush menyatakan bahwa sejauh ini kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini belum menggunakan rudal-rudal strategis dan presisinya terhadap Rezim Zionis Israel.
Dia memastikan bahwa sehebat apapun Israel terus melakukan agresi, rezim Zionis ini tidak akan mampu melemahkan kemampuan kubu resistensi ataupun menghancurkan situs Imad 4 dan situs-situs lain yang berisi rudal-rudal strategis yang masih tersimpan di arsenal dan menunggu sinyal dari pimpinan Hizbullah untuk digunakan jika diperlukan.
Sheikh Damoush menyebutkan bahwa sebagai balasan atas eskalasi dan perluasan serangan Israel terhadap Lebanon, Hizbullah memperluas tanggapannya dan menjadikan pemukiman-permukiman Zionis baru serta pangkalan dan situs mata-mata serta militer di wilayah utara Palestina pendudukan sebagai target operasi militer.
“Kubu perlawanan kami bertekad untuk menghadapi serangan Zionis di negara kami dengan serangan paralel. Serangan (Israel) terhadap desa, kota, dan masyarakat kami tidak akan berlalu tanpa belasan setimpal di mana musuh harus membayar harga yang setara dengan agresinya,” ungkap Syeikh Damoush
Dia juga menegaskan, “Kegagalan menyeluruh menghantui musuh, pemerintahannya, dan tentaranya, dan karakteristik umum Netanyahu adalah frustrasi, ketidakberdayaan, kebingungan, stagnasi, dan kurangnya pilihan. Karena itu, dia mengancam dan mengintimidasi kita dengan perang. Namun perang apa pun di Lebanon tidak akan mengembalikan para pemukim (Zionis) ke utara, juga tidak akan membawa keamanan bagi pemukiman lainnya. Sebaliknya, akan memperluas lingkaran pengungsian, musuh akan membayar mahal, dan tidak akan keluar dari sana kecuali dalam keadaan kalah.” (mm/alalam)