Beirut, LiputanIslam.com – Presiden Lebanon Joseph Aoun memerintahkan militer negaranya untuk “menghadapi setiap serangan Israel” ke Lebanon selatan, menyusul serangan udara baru dan agresi darat Israel yang menewaskan satu warga sipil di kota Blida.
Menurut pernyataan dari kepresidenan Lebanon pada hari Kamis (30/10), Aoun menginstruksikan Panglima Angkatan Bersenjata Rudolphe Haykal agar “memerintahkan militer Lebanon untuk menghadapi setiap serangan Israel ke wilayah selatan yang telah dibebaskan, demi mempertahankan tanah Lebanon dan keselamatan warga.”
Pernyataan tersebut merinci bahwa Jenderal Haykal memberi tahu Presiden Aoun tentang serangan Israel di kota Blida pada Kamis pagi, yang menggugurkan seorang pegawai pemerintah kota, Ibrahim Salameh, saat dia sedang menjalankan tugasnya.
Presiden Aoun mengutuk dan menyebut serangan itu bagian dari “praktik agresif Israel yang berkelanjutan”. Menurutnya, serangan itu terjadi tak lama setelah pertemuan komite yang memantau implementasi perjanjian penghentian permusuhan.
Sementara itu, menanggapi agresi terbaru Israel, Hizbullah dalam sebuah pernyataannya mengutuk keterlibatan AS dalam serangan tersebut.
“Penjahat Zionis melanjutkan serangkaian kejahatannya di tanah Lebanon, mengintensifkan serangannya dan melanggar kedaulatan Lebanon serta kesucian warganya, mengabaikan perjanjian, kesepahaman, dan hukum internasional,” bunyi pernyataan tersebut.
Hizbullah menambahkan bahwa pihaknya “mengutuk kejahatan baru Israel ini, yang terjadi tepat setelah kunjungan utusan AS ke Lebanon dan kepemimpinannya dalam pertemuan Komite Mekanisme. Ini menegaskan bahwa agresi Zionis terhadap negara kami dilakukan dalam kemitraan dan kolusi dengan AS, dan bahwa Washington memberikan lampu hijau untuk setiap eskalasi Israel.”
Hizbullah mengapresiasi sikap Presiden Aoun, dan menyebut seruannya agar tentara melawan agresi Israel sebagai seruan”kebangsaan dan berani.”
Hizbullah juga menyerukan “dukungan kepada tentara dengan segala kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pertahanannya dan memberikan perlindungan politik untuk menghadapi musuh yang buas ini.”
Namun, Hizbullah juga mendesak pemerintah Lebanon agar mengubah pendekatannya beberapa bulan sebelumnya dan segera menyetujui rencana komprehensif untuk menghentikan agresi berulang Israel. (mm/presstv)