Beirut, LiputanIslam.com – Gerakan perlawanan Hizbollah Lebanon telah memecahkan sejumlah rekor operasi anti-Israel dalam satu hari sejak Oktober lalu, saat mereka mulai mempertahankan wilayah Lebanon dari agresi militer Israel.
“Lima puluh satu operasi telah dilaksanakan, jumlah yang memecahkan rekor, melampaui rekor 48 operasi sebulan lalu,” ungkap berbagai media perlawanan pada hari Senin (25/11) tentang serangan Hizbullah sehari sebelumnya.
Disebutkan bahwa misil Hizbullah “mencapai rekor kedalaman 150 kilometer dengan pengeboman Pangkalan Angkatan Laut Asdod dengan drone dan Pangkalan Palmachim di selatan Tel Aviv dengan rudal”.
Disebutkan pula bahwa “sirene berbunyi 543 kali dari lebih dari 350 roket, membuat empat juta pemukim mendekam ke tempat perlindungan, dan menimbulkan kerusakan serta menjatuhkan korban dalam jumlah yang signifikan.”
Hizbullah juga mengaku akan menyerang target militer di Tel Aviv dengan rudal dan pesawat nirawak, selain Pangkalan Angkatan Laut Haifa, Pangkalan Glilot, Pangkalan Shraga di kota Akka, Pangkalan Dado di kota Safad, dan banyak lokasi lainnya.
Pada hari Senin, Hizbullah juga menyerang pemukiman ilegal rezim di bagian utara wilayah Palestina pendudukan, termasuk Kiryat Shmona, Metulla, Manara, Safad, Maalot-Tarshiha, Meron, dan Avivim.
Di Lebanon selatan, Hizbullah menangkis serangan dan menghadang gerak maju Israel di daerah Bayyada, Deir Mimas, Aita al-Shaab, dan Khiam. Di Khiam, mereka menghancurkan enam tank Merkava canggih Israel, tiga di antaranya dalam satu operasi. Mereka juga mendesak mundur militer Israel dari Bayyada dan Khiam.
“Terakhir, sebuah pesawat nirawak Israel dihadang di Bekaa Barat [yang juga terletak di Lebanon selatan],” simpul kelompok itu.
Hizbullah telah melancarkan ratusan operasi balasan yang berhasil terhadap wilayah pendudukan sejak 7 Oktober 2023, ketika rezim tersebut memulai perang genosida di Jalur Gaza dan mengintensifkan serangan mematikannya terhadap Lebanon.
Perang tersebut telah merenggut nyawa sedikitnya 44.211 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, sementara eskalasi telah menewaskan sedikitnya 3.754 orang di Lebanon.
Hizbullah belakangan ini mengumumkan pihaknya telah menewaskan lebih dari 100 tentara Israel dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Mereka telah berjanji untuk mempertahankan serangannya selama rezim tersebut terus berperang di Gaza dan melakukan agresi terhadap Lebanon. (mm/presstv)