Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyatakan pihaknya telah merontokkan drone Hermes 900 Israel di wilayah Lebanon, Sabtu (1/6).
Hizbullah menyebutkan bahwa drone mahal itu menyerang penduduk dan desa-desa di Lebanon selatan, dan lantas ditembak jatuh setelah terpantau dengan cermat dan kemudian disergap.
Hermes 900 merupakan drone terbaru kebanggaan industri Israel yang pernah dilaporkan berharga sekira Rp. 1,6 triliun. Drone itu mulai dioperasikan secara resmi oleh tentara Israel pada tahun 2017, dan sebelumnya digunakan untuk pertama kalinya dalam perang di Gazapada tahun 2014.
Perusahaan penerbangan Israel Elbit memproduksi drone Hermes 900 dan mengirimkannya ke tentara Israel setelah menyelesaikan tahap pengujian. Tentara pendudukan menggunakannya dalam perang di Jalur Gaza pada tahun 2014.
Drone ini dikenal di Angkatan Udara sebagai “Kochav”, yang dalam bahasa Ibrani yang berarti bintang.
Pesawat nirawak itu berbobot 1.180 kilogram, sedangkan muatannya 350 kilogram. Durasi terbangnya dapat mencapai 36 jam, dan dapat terbang di ketinggian 30 ribu kaki.
Kecepatannya mencapai 220 kilometer per jam, dan dapat membawa empat rudal udara-ke-permukaan AGM-114 Hellfire, atau rudal udara-ke-udara AIM-92 Stinger yang digunakan untuk mencegat pesawat dan drone.
Hermes 900 dapat membawa bom berpemandu laser GBU-12 Fiveway atau bom JDAM serupa yang digunakan untuk melancarkan serangan, dan berkonfrontasi, dan operasi-operasi tertentu.
Dengan ukurannya yang besar, Hermes 900 memiliki kapasitas yang tinggi untuk menampung berbagai beban. Pesawat ini dilengkapi sensor berkinerja tinggi, berkemampuan mendeteksi target darat dan laut, dan menjalankan dua misi secara bersamaan. (mm/alalam)