Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah pada hari Kamis (19/9) mengumumkan 25 anggotanya gugur akibat ledakan peralatan komunikasi Icom yang terjadi di beberapa wilayah Lebanon, dan dengan demikian jumlah korban gugur di pihak Hizbullah bertambah menjadi 478 sejak dimulainya konfrontasi dengan Israel pada 8 Oktober 2023.
25 orang gugur dan 450 lainnya luka-luka akibat gelombang ledakan yang melanda perangkat komunikasi nirkabel Icom di seluruh Lebanon pada hari Rabu, menurut Kementerian Kesehatan.
Peledakan ini terjadi sehari setelah peledakan serupa pada perangkat pager, yang menewaskan 12 orang, termasuk dua anak-anak, dan melukai sekitar 2.800 lainnya, termasuk 300 di antaranya dalam kondisi kritis.
Pemerintah Lebanon dan Hizbullah menganggap Israel bertanggung jawab atas pemboman yang lebih besar tersebut, dan Hizbullah mengancam Israel dengan “hukuman berat.”
Sementara itu, media Israel dalam sebuah laporan pada hari Kamis memberitakan 10 roket ditembakkan dari Lebanon dan mendarat di area terbuka di pemukiman Zarit di Galilea Atas, Israel utara.
Situs Ynet mmenyatakan, “Sekitar sepuluh roket melesat dari Lebanon menujukawasan Zarit di Galilee Atas dan mendarat di area terbuka, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.”
Namun demikian Channel 12 (swasta) Israel melaporkan bahwa bangunan di Zarit rusak akibat jatuhnya rudal dari Lebanon, tanpa informasi lebih lanjut.
Laporan lain di hari yang sama sebelumnya menyatakan delapan warga Israel terluka dengan kondisi dua diantaranya dalam “serius” akibat dua rudal anti-tank yang ditembakkan dari Lebanon ke Galilee Atas di Israel utara.
Hal ini terjadi di tengah antisipasi atas serangan balasan yang diduga akan dilancarkan Hizbullah setelah serangan siber melanda Lebanon. (mm/raialyoum)