Beirut, LiputanIslam.com –Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon pada hari Senin (7/10)mengaku telah memerintahkan para pejuangnya untuk “bersabar” dalam serangan terhadap pergerakan tentara Zionis Israel, dengan bertahan di belakang lokasi pasukan penjaga perdamaian sementara di Lebanon selatan (UNIFIL) “demi melindunginyawa pasukan internasional.”
Pasukan UNIFIL pada hari Minggu memperingatkan “perkembangan yang sangat berbahaya” ketika operasi militer pasukan Israel mendekati suatu kawasan di Lebanon selatan, di mana konfrontasi darat terjadi selama seminggu antara pejuang Hizbullah dan Israel.
Hizbullah mengutip pernyataan seorang “petugas lapangan” di barisannya bahwa para pejuangnya pada hari Ahad mendeteksi “pergerakan pasukan Israel yang tidak biasa di belakang situs militer UNIFIL” di sekitar kota perbatasan Maroun al-Ras.
Hizbullah menambahkan bahwa pusat komandonya telah meminta para pejuang untuk “bersabar dan tidak mengambil tindakan demi menyelamatkan nyawa tentara pasukan internasional.”
UNIFIL dalam pernyataannya pada hari Ahad mengaku “sangat prihatin atas operasi militer yang belakangan ini dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di sekitar Situs Misi 6-52, tenggara Maroun al-Ras di wilayah Lebanon,” dan mengingatkan bahwa masalah tersebut merupakan “ perkembangan yang sangat berbahaya.”
Hizbullah mengumumkan pihaknya telah menghadapi pasukan Israel yang mencoba menyusup di lebih dari satu operasi. Hizbullah mengaku telah “menghancurkan tiga tank Merkava pada hari Rabu dengan rudal saat mereka maju” ke Maroun al-Ras. (mm/raialyoum)