Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon mengecam keras apa yang disebutnya “konferensi normalisasi” hubungan Arab-Israel yang diselenggarakan oleh pemerintah Bahrain.

“Hizbullah mencela konferensi normalisasi hubungan dengan musuh, Israel, yang diorganisir oleh pemerintah Bahrain dengan label ‘kebebasan beragama’ dan dihadiri oleh sosok Zionis terkemuka,” ungkap Hizbullah dalam statemen yang dirilis biro media kelompok yang dipimpin oleh Sayid Hassan Nasrallah ini pada Rabu malam (11/12/2019).

Hizbullah mengecam kegiatan itu “karena  mengabaikan pengorbanan besar dan kavilah-kavilah syuhada dan korban luka yang dipersembahkan oleh bangsa Libanon dan Palestina dalam menghadapi agresi musuh, mengabaikan ancaman yang berkelanjutan, dan ketamakannya yang permanen terhadap kekayaan kedua negara itu, dan mengabaikan pula kejahatan dan kebengisan musuh terhadap warga sipil.”

Hizbullah juga menyayangkan dan mengecam partisipasi agamawan Libanon Sayid Ali al-Amin dalam konferensi tersebut, dan menilainya “keluar dari prinsip keagamaan, moral, dan syariat-ssyariat samawi, serta pengingkaran terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh alim ulama yang mulia”.

Meja Bundar Internasional Bisnis dan Kebebasan Beragama untuk Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara telah dibuka di Bahrain pada Ahad lalu (8/12/2019).

Konferensi ini diselenggarakan oleh The King Hamad Global Centre for Peaceful CoExistence dan This is Bahrain Society bekerja sama dengan Business and Religious Freedom Foundation yang berbasis di Washington. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*