Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon pada hari Ahad (10/11) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan udara dengan satu skuadron pesawat nirawak di Pangkalan Angkatan Laut Haifa, dan memastikan sasarannya terkena serangan itu “secara akurat.”
“Perlawanan Islam (Hizbullah) telah melancarkan serangan udara dengan satu skuadron pesawat nirawak penyerang di Pangkalan Angkatan Laut Haifa (milik Angkatan Laut Israel, yang mencakup armada kapal rudal dan kapal selam) di Teluk Haifa, dan mencapai sasarannya secara akurat,” ungkap Hizbullah dalam sebuah pernyataan.
Hizbullah juga mengaku melancarkan serangan drone ke pangkalan Naoura (markas besar Divisi ke-36, yang mencakup gudang darurat untuk brigade cadangan), dan memastikan serangan ini juga tepat mengena sasaran. Pangkalan Naoura berjarak sekira 50 km dari perbatasan Lebanon.
Di pihak lain, Israel melancarkan serangan yang mengugurkan sedikitnya 38 orang di berbagai wilayah Lebanon pada hari Minggu, termasuk 23 orang dalam serangan udara di desa Almat di Lebanon, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Almat adalah desa mayoritas penduduknya Muslim Syiah di distrik Jbeil, berjarak sekitar 30 km di utara ibu kota Beirut, dan terletak di daerah yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen.
Desa tersebut berada di luar benteng tradisional Hizbullah di Beirut selatan dan Lebanon selatan dan timur, yang telah dibombardir Israel sejak akhir September dalam perangnya melawan kelompok yang didukung Iran tersebut.
“Serangan musuh, Israel, terhadap Almat di distrik Jbeil mengugurkan 23 orang, termasuk tujuh anak, dalam jumlah korban yang diperbarui tapi belum final,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. (mm/railyoum/aljazeera)