Gaza, LiputanIslam.com – Hizbullah mengumumkan pihaknya pada hari Selasa (5/11) telah meluncurkan sejumlah roket ke sebuah pabrik bahan peledak yang terletak di sebelah selatan Haifa sebagai bagian dari operasi balasannya terhadap rezim Israel.
Mereka juga melaporkan serangannya terhadap pangkalan Miron, yang mengelola operasi udara, dan pangkalan Ma’aleh Golani, pusat komando Brigade 810 Hermon, dengan menggunakan rentetan roket.
Selain itu, Hizbullah menggempur sistem artileri tentara Israel di pemukiman Neot Mordechai dengan satu skuadron pesawat nirawak serang, dan berhasil mengenai sasaran yang dituju.
Lebih jauh, kelompok pejuang Lebanon itu menyatakan mereka menembakkan rentetan roket ke konsentrasi pasukan Israel di pinggiran kota Maroun al-Ras di Lebanon, serta di berbagai lokasi termasuk Kiryat Shmona, Nahariyya, pangkalan militer Dovif, lokasi Ramtha, pemukiman Yiftah, dan pemukiman Margaliot.
Hizbullah juga mengaku telah meluncurkan roket ke beberapa permukiman Israel yang sebelumnya menjadi sasaran perintah evakuasi.
Menurut laporan media Lebanon, ratusan tentara Israel tewas sejak Rezim Zionis nekat melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan pada awal Oktober.
Jumlah korban tewas yang meningkat dari pasukan penyerang juga telah diakui oleh media Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sedikitnya 2.986 orang tewas akibat serangan Israel terhadap Lebanon sejak Oktober 2023, termasuk 18 orang tewas dan 83 orang terluka dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, kelompok Resistensi Islam Irak (IRI) mengaku telah melakukan enam operasi serangan drone terhadap target-target vital di wilayah Israel, tiga di antaranya di kota pelabuhan Haifa pada hari Selasa (5/11).
Dua serangan lain menyasar wilayah pendudukan utara, termasuk satu target militer, dan satu lagi di wilayah pendudukan selatan.
IRI menyatakan operasi itu dilancarkan sebagai tanggapan atas pembunuhan warga sipil di Gaza dan Lebanon.
IRI adalah kelompok yang memayungi beberapa gerakan di Irak. Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok itu telah melakukan operasi terhadap Israel atas agresinya di wilayah Asia Barat, terutama menargetkan kota pelabuhan utama rezim itu, Haifa dan Eilat.
Laporan oleh media Israel menunjukkan bahwa operasi perlawanan telah melumpuhkan kegiatan di dua pelabuhan itu.(mm/presstv/irna)