Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menggempur dua pangkalan militer, empat permukiman, dan dua situs militer di Israel utara dengan rudal pada hari Kamis (7/11).
Hizbullah juga mengaku telah menyerang 10 kerumunan dan pergerakan tentara di Israel utara dan Lebanon selatan, sehingga total jumlah serangan Hizbullah menjadi 18 hingga Kamis sore.
Membom dua pangkalan militer
Dalam serangkaian pernyataan yang dipublikasikan di platform Telegram, Hizbullah menyatakan telah “menyerang peluncur rudal di pangkalan angkatan laut Stella Maris, barat laut kota Haifa,” di Israel utara, dan Stella Maris adalah “pangkalan strategis untuk pemantauan dan pengendalian maritim di pantai utara.”
Pada hari Rabu, Hizbullah menggempur pangkalan dengan sejumlah rudal dan drone kamikaze.
Di Israel utara juga, partai tersebut melaporkan bahwa mereka menargetkan “pangkalan Eliakim, di selatan Haifa, dengan peluncur rudal tertentu.”
Hizbullah menyebutkan bahwa pangkalan ini “berisi kamp pelatihan milik Komando Utara tentara Israel.”
Membom tentara, barak dan pemukiman
Hizbullah juga mengaku telah melepaskan salvo roket untuk menghantam Barak Yiftah, situs militer Al-Baghdadi, dan 4 pemukiman: Al-Karyut, Yiftah, Kiryat Shmona, dan Al-Manara.
“Dengan salvo roket, Hizbullah membidik delapan kerumunandan pergerakan tentara di Israel utara di barak Ramim, gerbang situs militer Harmon, dan pemukiman Liman, Hanita, Shomira, Sa’ar, dan Doviv, dan di dekat kota Kafr Kila di Lebanon,” ungkapnya.
Di Lebanon selatan, Hizbullah mengaku menyerang “kumpulan pasukan tentara Israel di timur kota Maroun al-Ras dengan sebuah rudal” dan “menyergap pasukan infanteri yang mencoba maju menuju Yaron, hingga membunuh serta melukai sejumlah anggotanya.” (mm/raialyoum)