Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah membantah laporan yang beredar belakangan ini dan dikaitkan dengan narasumber dari pihaknya dengan kesan bahwa kelompok pejuang ini siap meletakkan senjata..
Departemen Hubungan Media Hizbullah menyatakan, “Beberapa media belakangan ini menyebarkan berita dan informasi yang mengejutkan dan dikaitkan dengan narasumber atau pejabat Hizbullah. Klaim-klaim itu tidak benar dan sepenuhnya keliru.”
Departemen itu menekankan, “Tidak ada narasumber di dalam Hizbullah, dan bahwa pendirian Hizbullah dikeluarkan secara eksklusif melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh departemen hubungan media Hizbullah, atau melalui pernyataan pejabatnya di situs web resmi Hizbullah.”
Departemen itu mengimbau media agar “memastikan akurasi dan objektivitas setinggi-tingginya, dan menahan diri dari menerbitkan atau mengadopsi apa pun yang belum dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak terkait.”
Departemen Hubungan Media Hizbullah menegaskan “kesiapannya memberikan semua klarifikasi dan pertanyaan guna meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas serta menghindari penyesatan opini publik.”
Belum lama ini, Reuters mengaku mengutip sebuah pernyataan mengejutkan dari seorang pejabat senior Hizbullah, tanpa menyebutkan namanya, karena mengesankan bahwa Hizbullah siap meletakkan senjata.
Menurut Reuters, pejabat itu mengatakan, “Hizbullah siap membahas masa depan persenjataannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, dengan syarat Israel menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan dan berhenti melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan terhadap target-target Hizbullah, gudang-gudang, dan kawasan permukiman.” (mm/alalam/raialyoum)