Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon membantah klaim Israel bahwa Abu Ali Ridha, komandan Hizbullah di daerah Baraashit di Lebanon selatan, terbunuh,
“Tidaklah benar klaim Zionis bahwa Mujahid Haji Abu Ali Ridha terbunuh, dia sehat dan bugar,” ungkap Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada Senin malam (4/11).
Abu Ali Ridha adalah komandan Unit Badr, salah satu formasi militer paling terkemuka di Hizbullah.
Sebelumnya, tentara Israel dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform X mengklaim bahwa jet tempur Angkatan Udara Israel, “di bawah arahan Divisi ke-36 (divisi lapis baja reguler yang berafiliasi dengan Komando Utara), menyerang dan membunuh teroris Abu Ali Ridha, komandan Hizbullah di situs Baraashit.”
Tentara Israel menambahkan bahwa Ridha “mengarahkan dan memimpin peluncuran roket dan rudal anti-tank ke arah pasukan militer, dan memimpin kegiatan militer Hizbullah di wilayah tersebut.”
Ini adalah kedua kalinya Hizbullah menyangkal keterbunuhan Ridha, setelah media Israel, termasuk radio militer, pada bulan September lalu mengklaim bahwa dia terbunuh di pinggiran selatan Beirut.
Konfrontasi militer Israel dengan Hizbullah dimulai sehari setelah Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, yang menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 145.000 warga Palestina sejak 23 September lalu.
Tentara Israel memperluas cakupan genosida hingga meliputi sebagian besar wilayah Lebanon, termasuk ibu kota, Beirut, melalui serangan udara, dan juga memulai invasi darat di Lebanon selatan.
Agresi Israel terhadap Lebanon mengakibatkan total 2.986 korban gugur dan 13.402 korban luka, termasuk sejumlah besar anak-anak dan perempuan, serta sekitar 1.400.000 orang yang mengungsi, setelah 23 September, menurut data resmi terbaru Lebanon. (mm/raialyoum)