Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan tetap teguh menghadapi tekanan asing dan terus meniti jejak para komandan yang telah gugur sebagai martir dalam perlawanan terhadap AS dan Israel.
Dalam kata sambutannya pada rapat akbar haul para martir terkemuka Iran, termasuk jenderal legendaris Qassem Soleimani, di komplek Mushalla Agung di Teheran, Kamis (1/1) Pezeshkian memastikan bangsa Iran akan tetap berkomitmen pada jalan yang telah dipilihnya, dan tidak akan terintimidasi oleh ancaman, tekanan, atau pembunuhan.
“Kita tidak takut mati syahid, dan untuk bangsa kami, revolusi kami, dan negara kami, kami siap mengorbankan apa pun. Kita akan berdiri teguh di jalan ini sampai akhir,” tegasnya.
Jenderal Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds IRGC, gugur akibat serangan drone AS di Baghdad pada Januari 2020.
Pezeshkian memperingatkan musuh-musuh Iran untuk tidak mengandalkan ancaman sebagai cara menekan Iran, karena hanya akan sia-sia belaka.
“Musuh-musuh kita yang khianat dan menindas tidak boleh berpikir mereka dapat menakut-nakuti kita dengan mati syahid,” katanya, sembari menekankan negaranya akan melanjutkan “jalan para martir” melalui ketekunan dan upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah yang dihadapi rakyat.
Presiden menggambarkan Jenderal Soleimani sebagai panutan yang unik dan abadi, memuji perilakunya di berbagai bidang etika, sosial, dan militer.
Dia memuji Jenderal Soleimani sebagai sosok yang mengabdikan diri pada keadilan, persatuan, dan pembelaan kaum tertindas, dan status ini telah membuatnya dihormati bahkan jauh di luar perbatasan Iran.
“Martir Soleimani adalah pendukung kaum tertindas, kebenaran, dan keadilan. Beliau bekerja tanpa klaim, tanpa nama, dan tanpa pamrih. Secara etnis atau sosial, tidak ada yang berbeda baginya,” ujar Presiden Iran.
Pezeshkian juga menyatakan bahwa partisipasi rakyat menunjukkan tekad bersama untuk melestarikan warisan Jenderal Soleimani dan tokoh-tokoh lain yang gugur.
“Kita berjanji bahwa kami akan melanjutkan jalan ini dengan segenap kekuatan kita, dan tidak akan membiarkannya ditinggalkan. Kita berdiri melawan para penindas dan tidak akan tunduk,” tandasnya.
Sembari mengutuk terorisme negara AS dan Israel di kawasan Timteng, Presiden Pezeshkian menekankan keharusan menjaga solidaritas nasional, dan menyerukan kepatuhan kepada arahan Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khamenei dalam melawan tekanan asing. (mm/ptv)