Gaza, LiputanIslam.com – Memasuki hari ke-105 perang di Gaza, sayap militer Hamas , Brigade Al-Qassam, pada hari Kamis (18/1), mengumumkan para pejuangnya telah membunuh dan melukai puluhan tentara Israel dalam beberapa operasi.
Hal ini terjadi pada saat Jabalia, di Jalur Gaza utara, dan Khan Yunis di selatan diwarnai pertempuran sengit antara Brigade Al-Qassam dan pasukan pendudukan Israel.
Rumah Sakit Beilinson di Tel Aviv di hari yang sama mengaku telah menerima enam tentara terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza, dan tentara pendudukan mengklaim telah menemukan mayat 21 tahanan Israel di Khan Yunis, dan bahwa mereka dipindahkan ke Israel.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan bahwa Hamas belum dikalahkan dan kemungkinan untuk memulihkan para sandera menurun meskipun, menurutnya, ada kemajuan yang dicapai oleh tentara.
Barak menekankan perlunya Israel akan kepemimpinan baru, dan menyatakan bahwa “tidak adanya tujuan yang realistis akan menjerumuskan kita ke dalam kubangan Gaza.”
Dia menekankan bahwa pemilu dini harus diadakan di Israel sebelum terlambat.
Otoritas kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Kamis bahwa jumlah korban gugur Palestina telah meningkat menjadi 24.620 orang, selain sejumlah besar orang yang dikhawatirkan tewas di bawah reruntuhan. Tragisnya lagi, lebih dari 170 orang gugur dalam 24 jam terakhir. (mm/aljazeera/raialyoum)