Beirut, LiputanIslam.com – Dua sumber informasi mengatakan bahwa Hamas telah memberi tahu sekutunya di Lebanon, Hizbullah, bahwa Hamas telah menyetujui usulan gencatan senjata di Jalur Gaza, dan bahwa Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyambut baik langkah ini.
Kedua sumber tersebut menjelaskan bahwa dalam pertemuan di Beirut delegasi Hamas yang dipimpin oleh Wakil Ketua Hamas Khalil al-Hayya telah menjelaskan kepada Sayid Nasrallah tentang perkembangan terkini.
Hizbullah yang bersekutu dengan Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (5/7) menyebutkan bahwa Sayid Nasrallah berdiskusi dengan Al-Hayya mengenai perkembangan terbaru proses negosiasi yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Hizbullah dan Israel terlibat kontak senjata sengit di perbatasan Lebanon-Israel sejak Oktober 2023, bertepatan dengan perang Gaza, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya cakupan konflik antara dua pihak.
Seorang petinggi Hizbullah mengatakan kepada Reuters bahwa sebagaimana pernah di katakan sebelumnya, Hizbullah akan menerapkan gencatan senjata segera setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza berlaku.
“Jika perjanjian gencatan senjata tercapai di Gaza, pasti akan ada gencatan senjata di Lebanon sejak jam nol,” ungkapnya.
Hizbullah dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa Sayid Nasrallah telah menerima kunjungan delegasi Hamas yang dipimpin Al-Hayya, dan “perkembangan keamanan dan politik terkini di Palestina pada umumnya dan Gaza pada khususnya telah ditinjau.”
Seorang pejabat senior pemerintah AS pada hari Kamis mengatakan bahwa Hamas telah banyak mengubah sikapnya mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Israel untuk pembebasan para tawanan. Dia mengaku berharap hal ini akan mengarah pada kesepakatan yang akan menjadi langkah menuju gencatan senjata permanen.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengatakan kepada Presiden AS Joe Biden bahwa dia akan mengirim delegasi untuk melanjutkan perundingan, dan seorang pejabat Israel mengatakan bahwa kepala badan intelijen Mossad akan memimpin delegasi tersebut. (mm/raialyoum)