Hamas: Quds adalah Masalah Prinsipal bagi Iran

0
334

Teheran, LiputanIslam.com –    Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bahwa Republik Islam Iran sukses menggagas Hari Quds Internasional di mana hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan menjadi hari yang menyorot perjuangan dan cita-cita pembebasan Quds dan Palestina dari cengkraman kaum Zionis Israel.

Anggota Biro Politik Hamas Mahmoud Al-Zahar, Senin (3/5), mengatakan kepada IRNA bahwa Quds merupakan sesuatu yang prinsipal bagi Iran, dan Iran mengusulkan peringatan tahunan itu demi mewujudkan cita-cita pembebasan manusia dan tanah serta menjadikan Quds sebagai simbol dan slogan konfrontasi antara hak dan batil.

Dia menambahkan, “Prinsip kedua (bagi Iran) ialah bahwa tanah Palestina, seluruh tanah Palestina, adalah bagian dari tanah Islam yang tak boleh bagi non-Muslim manapun hidup di dalamnya kecuali di bawah bendera Islam. Prinsip ketiga ialah bahwa Quds adalah tanah suci setelah Mekkah dan ada ikatan ideologis antara Mekkah dan Quds.”

Al-Zahar kemudian mengecam negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel, dan menyebut mereka telah berkhianat karena menghendaki semua bangsa untuk menjalin hubungan normal dengan rezim yang jelas-jelas menduduki tanah mereka.

“Semua negara yang duduki oleh pihak asing pastilah menganggapnya sebagai rezim pendudukan ilegal yang harus diusir, bukan malah memperlakukannya secara normal,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Semua negara yang merdekapun berkeyakinan bahwa keberadaan asing di tanahnya sebagai ilegal, dan bahwa legalitas hanyalah milik pribumi. Karena itu, saya yakin bahwa ada penyelewengan hakiki oleh mereka yang menormalisasi hubungannya dengan musuh (Israel) ketika mereka mengakui solusi dunia negara, mundur dari Quds Barat, dan mundur dari banyak kawasan Palestina. Kejahatan berlipat ganda, berulang-ulang, berlapis-lapis, dan tak dapat diselesaikan kecuali dengan kemusnahan entitas Israel dan penghentian pengkhianatan yang telah menjual tanah dan mengkhianat kesucian.”

Mahmoud Al-Zahar memastikan bahwa semua negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel akan kalah, dan akan bermula era peradaban baru yang mengembalikan keadilan dan perdamaian pada tempatnya yang layak. (mm/alalam)

DISKUSI: