Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan Rezim Zionis Israel berusaha memproyeksikan dirinya sebagai pemenang dalam perang dengan mengintensifkan agresinya terhadap wilayah Palestina, sementara kubu perlawanan tetap berada di jalurnya untuk mencetak “epik heroik” dalam pertempuran.
“Penjahat teroris (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu mencoba menciptakan citra kemenangan dengan memberikan tekanan pada kelompok populer di Gaza dan mengintensifkan agresi terorisnya terhadap Jalur Gaza,” kata Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas, Jumat (27/10).
Dia menambahkan, “Saat fajar semakin dekat, dunia akan melihat dampak dari epik heroik yang dilakukan para pejuang perlawanan di Gaza.”
Jumlah syuhada di Gaza sejak dimulainya agresi Israel telah mencapai lebih dari 7.400 orang, dan korban luka lebih dari 20.500 orang.
Israel mengancam akan melancarkan invasi darat di Gaza.
Hamdan mengatakan, “Israel mengatakan bahwa operasi (pada Jumat) malam ini bukanlah invasi darat yang direncanakan agar tidak menempatkan dirinya dalam situasi yang memalukan ketika gagal.”
Dia juga menyebutkan bahwa israel telah memutus komunikasi ke Jalur Gaza dalam upaya untuk mengaburkan kejahatannya serta menghindari pengawasan atau akuntabilitas.
Dia mengatakan, “Penjahat Zionis (Netanyahu) sedang mencoba mengisolasi Gaza dari dunia untuk mencegah penyebaran gambar kejahatan terornya terhadap orang yang tidak bersalah ke dunia luar, dan dia tidak akan berhasil dalam hal itu, Insya Allah.” (mm/presstv)
Baca juga: