Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengeluarkan peringatan keras kepada Israel mengenai genosida yang sedang berlangsung di Gaza, dengan mengatakan bahwa nyawa tawanan di wilayah yang terblokade itu berada dalam bahaya kecuali rezim Zionis tersebut mengubah arahnya.
Dalam pesan video yang ditujukan kepada para pemukim Israel, Hamas menyatakan bahwa kelanjutan agresi militer membahayakan keselamatan tawanan Israel.
Hamas mengatakan jika serangan terhadap Gaza berhenti, para tawanan akan dikembalikan dengan selamat, dan jika agresi terus berlanjut, maka nasib mereka akan tetap tidak pasti.
Pesan video tersebut mencatat, “Setiap hari Netanyahu terus berkuasa dapat berarti peti mati baru.”
Hamas menangkap sekelompok besar pemukim dan tentara Zionis sebagai tawanan dalam Operasi Badai Al-Aqsa terhadap Israel pada 7 Oktober .
Hamas semula menawarkan pembebasan para tawanan dengan imbalan pembebasan sejumlah besar warga Palestina yang ditahan oleh Israel. Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikap keras dalam perundingan gencatan senjata Gaza, dan berulang kali mengatakan tekanan militer diperlukan untuk membawa pulang para tawanan.
Menurut media Israel, Netanyahu berselisih dengan pejabat tinggi rezim yang mengatakan kesepakatan harus segera dicapai.
Sejauh ini pPuluhan tawanan tewas dalam pemboman secara membabi buta oleh Israel di Gaza.
Hamas menawan 251 warga Israel, 97 di antaranya sekarang masih berada di Gaza, termasuk jenazah sedikitnya 33 orang yang dikonfirmasi tewas oleh militer Israel.
Awal pekan ini, militer menemukan jenazah enam tawanan di sebuah terowongan di kota selatan Rafah. Hamas mengatakan mereka tewas dalam serangan udara Israel.
Kematian enam tawanan itu memicu kemarahan banyak warga Israel yang selama berbulan-bulan mengecam kebijakan Netanyahu yang menggagalkan kesepakatan dengan Hamas demi kepentingan politiknya.
Pada hari Minggu dan Senin, ratusan ribu warga Israel menggelar aksi protes terbesar sejak 7 Oktober 2023. Mereka turun ke jalan di wilayah pendudukan dan bergabung dalam aksi mogok umum menuntut kesepakatan gencatan senjata segera.
Media Israel melaporkan terjadi bentrokan selama protes di luar kediaman Netanyahu di al-Quds (Jerussalem) dan markas besar partainya, Likud, di Tel Aviv, dan puluhan orang ditangkap. (mm/presstv)