Gaza, LiputanIslam.com – Hamas dan Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) dalam pernyataan terpisah mengutuk serangan udara AS dan Inggris di Yaman, dan menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan pemicu ketegangan di Timteng.
“Kami mengutuk keras pemboman Amerika-Inggris di Yaman, dan kami menganggapnya sebagai serangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara saudara Arab,” kata Hamas dalam pernyataan pers yang dikutip Kantor Berita Palestina, Safa, Minggu (4/2).
“Agresi ini merupakan eskalasi yang akan menyeret kawasan ini ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan yang lebih besar, yang dampaknya harus ditanggung sepenuhnya oleh Washington dan rezim pendudukan Israel,” lanjutnya.
Sembari memuji pendirian Yaman dalam mendukung Palestina, Hamas mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar mengambil sikap tegas terhadap agresi AS dan Inggris yang melanggar kedaulatan negara-negara Arab.
Senada dengan ini, gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), menyatakan, “Serangan-serangan itu bertujuan mengobarkan kawasan ini, dan memperluas lingkaran api, bertentangan dengan apa yang dipromosikan oleh pemerintah AS. Karena itu mereka bertanggung jawab penuh atas dampak dari pembajakan yang sedang berlangsung ini,” ungkap PIJ.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman BrigjenYahya Saree mengatakan pada hari Minggu bahwa negara-negara agresor melancarkan 48 serangan udara di seluruh negara Arab, dan memperingatkan bahwa serangan mereka tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebagai solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, pasukan Yaman telah menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah bagian selatan, Selat Bab al-Mandeb, Teluk Israel. Aden, dan bahkan di Laut Arab.
Menanggapi kampanye maritim pro-Palestina itu, AS dan sekutunya beberapa kali melakukan pengeboman terhadap Yaman dan melanggar hukum internasional. (mm/presstv)