Hamas Dan Israel Jelaskan Mengapa “Kubah Besi” Melempem

0
187

Gaza, LiputanIslam.com – Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil “mangatasi” sistem anti-rudal “Kubah Besi” milik Israel dalam konfrontasinya belakangan ini dengan Rezim Zionis Israel adalah berkat taktik baru peluncuran misilnya.

Juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, Abu Obeida, melalui media sosial, Senin (6/5/2019), menyebutkan bahwa taktik peluncuran roket baru telah membuat Kubah Besi kewalahan hingga menyebabkan kematian dan cederanya banyak orang Israel dalam dua hari konfrontasi.

“Segala puji bagi Allah, Brigade al-Qassam berhasil mengatasi apa yang disebut Kubah Besi dengan mengadopsi taktik menembakkan puluhan rudal dalam satu ledakan tunggal,” tuturnya.

Dia menjelaskan,”Intensitas serangan yang tinggi dan kemampuan menghancurkan yang besar dari rudal yang diperkenalkan oleh al-Qassam … berhasil menimpakan kerugian besar dan kehancuran bagi musuh.”

Serangan udara Israel di Gaza memicu pertempuran tersengit antara Israel dan para pejuang Palestina sejak Perang Gaza tahun 2014.

Para pejuang Palestina melancarkan serangan balik dengan menembakkan sekira 700 roket dari Gaza ke berbagai wilayah pendudukan hingga menewaskan empat orang Israel dan melukai sedikitnya 80 lainnya pada akhir pekan lalu. Padahal, dalam perang tujuh minggu di tahun 2014, hanya lima orang Israel tewas dan 67 lainnya terluka.

Media Israel melaporkan bahwa “Kubah Besi” mencegat hanya 240 roket, sementara sekitar 35 roket dan mortir telah menghantam daerah-daerah berpenduduk selama Sabtu dan Minggu lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan The Jerusalem Post, mantan kepala departemen penelitian intelijen militer Israel, Yaakov Amidror, mengungkapkan bahwa “Kubah Besi” gagal mencegat semua rudal yang diluncurkan dari Gaza karena sejumlah alasan, termasuk bahwa roket itu diluncurkan dari jarak yang sangat dekat sehingga sistem Israel nyaris tidak punya waktu untuk bereaksi dan mencegatnya.

Dia juga menyebutkan alasan desain sistem yang aneh, yang membuatnya mengabaikan rudal-rudal yang ditujukan pada area yang dianggap kosong atau tidak berpenghuni. (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI: