Gerakan Al-Nujaba: Pembicaraan Baghdad-Washington Harus Mengarah pada Penarikan Pasukan AS

0
100

Baghdad, LiputanIslam.com –  Gerakan al-Nujaba atau yang dikenal dengan nama Hizbullah Irak menegaskan penentangan kelompok ini terhadap setiap pembicaraan dengan Washigton, kecuali yang mengarah pada penarikan pasukan AS dan pasukan asing lainnya dari Irak secepatnya.

“Setiap pembicaraan yang tidak menghormati permintaan Irak untuk penarikan penuh dan segera (semua pasukan asing) dari seluruh Irak adalah ilegal, dan kami tidak akan mengakui pembicaraan demikian,” tulis Nasr al-Shammari, Wasekjen dan juru bicara gerakan besar milisi Irak anti-ISIS tersebut di halaman Twitter-nya, Ahad (7/6/2020).

Parlemen Irak telah mensahkan undang-undang yang mengharuskan pasukan asing dari negara ini.

Baca: Al-Azhar dan Hizbullah Libanon Kutuk Penistaan Istri Nabi saw, Siti Aisyah

Undang-undang itu disahkan pada 6 Januari 2020, dua hari setelah terjadi serangan udara AS yang menggugurkan Komandan Pasukan Quds Korps GardaRevolusi Islam (IRGC), Letjen Qassem Soleimani,  dan wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi Al-Muhandis, di dekat bandara Baghdad. (mm/fna)

DISKUSI: