Gempar, TV Turki Tayangkan “Peta Ottoman 2050” yang Meliputi Negara-Negara Arab

0
594

Amman, LiputanIslam.com –  Turki terlihat semakin kentara dengan impiannya untuk mengembalikan sejarah kejayaan imperium Ottoman. Belakangan ini dunia Arab dihebohkan oleh tindakan saluran TGRT milik pemerintah Turki menayangkan apa yang disebut “Peta Turki tahun 2050”.

Peta yang diwarnai merah itu meliputi negara-negara Arab, termasuk Yordania, Arab Saudi, Mesir, dan Suriah, serta kawasan lain yang melampaui Kaukasus dan sebagian wilayah Rusia, tanpa menyentuh wilayah Israel (Palestina pendudukan) dan Iran.

Disebutkan bahwa peta itu dibuat bukan oleh saluran itu sendiri, melainkan merupakan hasil analisis yang termuat dalam sebuah buku berjudul “100 Tahun Mendatang”, yang berisi ramalan peramal geopolitik Amerika Serikat (AS) berdarah Hungaria, George Friedman.

Friedman adalah pendiri Pusat Stratfor yang membidangi kajian politik internasional. Menurut surat kabar Zaman milik Turki, pusat ini oleh media AS disebut sebagai “Badan Intelijen Pusat dalam Bayang-Bayang”, yang sebagian besar ahlinya adalah para mantan perwira dan pejabat intelijen AS.

Tayangan peta itu mengundang reaksi di negara-negara Arab dan bahkan Rusia. Wakil pertama ketua komisi pertahanan parlemen Duma Rusia, Alexander Sherin, mengimbau pemerintah Rusia agar menunjukkan sikap serius dalam masalah ini.

Sherin mengatakan bahwa Turki semakin percaya diri pada kekuatan militernya sejak intervensinya di Nagorno-Karabakh, Azerbaijan, berhasil sehingga kemudian berkeinginan untuk berbuat lebih jauh.

Petinggi Duma lainnya, Andrei Krasov, menyebut para pemimpin Turki terbawa oleh angan-angan untuk membangun kembali imperium Otthoman. Namun Krosov meragukan adanya angan-angan Ankara untuk mencaplok sebagian wilayah Rusia.

Sementara itu, warganet Arab Teluk dan Mesir tampak kebakaran jenggot menyaksikan peta tersebut dan memperingatkan bahaya ambisi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Mereka menyatakan bahwa ambisi itu harus dicegah.

Sejauh ini belum ada komentar resmi dari pemerintah Turki terkait tayangan peta itu. Namun para komentator menyebutkan bahwa publikasi peta itu memang dikehendaki dan disengaja sebab tak akan sebebas itu media Turki menyebarkan konten sedemikian sensitif di tengah anjloknya taraf kebebasan pers di negara ini di bawah pemerintah Erdogan. (mm/raialyoum/sputnik)

DISKUSI: