Eilat, LiputanIslam.com – Sekira 50 pemukim ilegal Israel di tanah pendudukan Palestina menderita luka-luka, tiga di antaranya parah, akibat serangan pesawat nirawak awak (drone) Angkatan Bersenjata Yaman, yang berhasil menembus sistem intersepsi Israel dan menghantam kota Eilat, Rabu (24/9).
Beberapa video yang beredar memperlihatkan para pemukim berlarian mencari perlindungan setelah drone Yaman menerjang lokasi di kota Eilat di ujung selatan wilayah pendudukan Palestina.
Situs web World Israel News mengonfirmasi rekaman video yang menunjukkan para pemukim “berebut” untuk menghindari bahaya saat “sirene serangan udara” membahana.
Rekaman lain menunjukkan pasukan Israel menyeret korban keluar dari lokasi kejadian dengan tandu.
“Sebagian besar korban luka terkena pecahan peluru, dan Angkatan Udara Israel mengirimkan dua helikopter untuk mengevakuasi mereka yang terluka parah ke Pusat Medis Soroka di Beersheba,” sebuah kota di dekatnya” lapor harian The Times of Israel.
Situs web tersebut mengidentifikasi target sebagai area di sekitar “sebuah pusat perbelanjaan besar yang berdekatan dengan jalan protokol Eilat.”
Angkatan Udara Israel memulai penyelidikan faktor kegagalan Iron Dome meskipun sistem pertahanan udara ini telah meluncurkan “dua rudal pencegat.”
Angkatan Bersenjata Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan, dan menyebutnya sebagai “operasi militer kualitatif yang menggunakan dua pesawat nirawak terhadap dua target Israel.”
Pasukan Yaman, melalui jubirnya, Brigjen Yahya Saree, menyebut operasi “sukses” itu sebagai serangan kedua terhadap kota Eilat dalam 24 jam terakhir. Serangan sebelumnya, kata Saree, dilakukan dengan melesatkan beberapa pesawat nirawak terhadap target musuh.
Operasi militer Yaman itu berlangsung sejalan dengan tekad Sanaa menindak rezim Zionis terkait dengan perang genosida yang terjadi sejak Oktober 2023 di Jalur Gaza, yang diperparah oleh blokade Israel terhadap lebih dari dua juta penduduk wilayah tersebut.
Pasukan Yaman berjanji untuk melanjutkan operasi mereka hingga rezim Zionis Israel menghentikan perang dan mencabut blokade terhadap Jalur Gaza.
Ditujukan kepada penduduk Gaza, Saree menegaskan, “Dari Yaman kami akan terus berdiri bersama kalian dan di sisi kalian dengan segala kemampuan dan potensi kami. Kami tidak akan berhenti.”
The Times of Israel menyebutkan bahwa serangan hari Rabu itu menyusul serangan lain beberapa hari sebelumnya, yang melibatkan drone kamikaze Yaman yang “menabrak sebuah hotel” di Eilat. (mm/raialyoum/presstv)