Sanaa, LiputanIslam.com – Sanaa, Ibu kota Yaman, diterjang serangkaian serangan udara brutal Israel yang menyasar rumah warga sipil, fasilitas vital dan fasilitas publik pada hari Minggu (24/8).
TV Al-Masirah melaporkan data awal dari Kementerian Kesehatan bahwa pengeboman Israel terhadap stasiun Perusahaan Minyak Sanaa mengakibatkan empat orang gugur dan 67 orang luka-luka, sementara tim pertahanan sipil dan penyelamat mencari korban dan berupaya memadamkan api yang disebabkan oleh serangan udara tersebut.
Sumber-sumber melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam stasiun Perusahaan Minyak di Jalan ke-60, pembangkit listrik Haziz di selatan ibu kota, dan sebuah gudang derivatif minyak bumi di bagian barat daya kota, hingga menyebabkan sejumlah kepulan asap tebal.
Wilayah Asr, sebelah barat Sana’a, juga menjadi sasaran serangan udara Israel.
Sumber militer Yaman menyatakan bahwa pertahanan udara Yaman telah menghalau sebagian besar pesawat tempur Israel dari wilayah udara Yaman, dan bahwa pertahanan udara Yaman berhasil menetralisir satu skuadron pesawat Israel, mencegah serangan udara di beberapa provinsi, dan terjadi kepanikan pada skuadron pesawat Israel setelah pertahanan udara Yaman merespon.
Dalam sebuah pernyataan menyusul serangan Israel terhadap beberapa depot bahan bakar di Sanaa, Perusahaan Minyak Yaman mengaku sejak semula sudah mengambil langkah-langkah antisipastif untuk setiap keadaan darurat, sehingga situasi pasokan di zona bebas sepenuhnya stabil.
Wakil Kepala Kantor Media Ansarullah, Nasrsuddin Amir, menyebutkan bahwa pertahanan udara Yaman mampu menggagalkan sebagian besar agresi Zionis dan menghadapi sejumlah formasi tempurnya, memaksa mereka mundur, dengan menggunakan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri.
“Operasi dukungan militer Yaman kepada Gaza akan terus berlanjut, insya Allah, hingga agresi berhenti dan blokade terhadap rakyat Palestina dicabut,” ujarnya.
Menurutnya, penargetan sebuah pom bensin sipil di jalan utama mencerminkan kebrutalan dan kebangkrutan entitas Zionis, namun tidak akan berdampak pada operasi militer Yaman. Dia memastikan hal ini justru akan menambah eskalasi terhadap musuh, dan rakyat Yaman pun tetap teguh pada pendirian mereka, yang berbasis pada iman dan kemanusiaan dalam mendukung Gaza.
Gelombang serangan Zionis itu terjadi di tengah kontinyuitas dukungan Yaman kepada Gaza dan perlawanannya, sementara Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kesiapan mereka untuk menghadapi segala ancaman dan melindungi warga sipil serta properti negara. (mm/alalam/raialyoum)