Foto Satelit Buktikan Akurasi Serangan Yaman ke Kilang Minyak Saudi

0
910

Riyadh, LiputanIslam.com –   Beberapa foto hasil pencitraan satelit beredar sehari setelah Ansarullah (Houthi) di Yaman melancarkan serangan drone ke kilang minyak Saudi Aramco di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Foto yang dirilis oleh perusahaan satelit MAXER, Sabtu (20/3), itu memperlihatkan akurasi serangan tersebut, yang oleh pihak Saudi sendiri sebelumnya juga secara resmi diumumkan telah menyebabkan kebakaran.

Foto itu juga menunjukkan bahwa meskipun kebakaran berhasil dipadamkan namun serangan tersebut telah menyebabkan banyak kerusakan pada kilang minyak Saudi Aramco di ibu kota negara ini.

Juru bicara militer Yaman yang berkedudukan di Sanaa, Brigjen Yahya Saree, Jumat, mengungumkan pihaknya telah melancarkan serangan ke kilang minyak Saudi di Riyadh dengan enam unit drone.

Pihak Saudi lantas mengkonfirmasi serangan “teror” yang menyebabkan kebakaran, namun tidak menyebutkan dari mana serangan itu berasal.

Warganet Arab menyatakan bahwa peristiwa ini membuktikan lagi bahwa Saudi ternyata gagal mengatasi serangan drone Yaman.

Sebagian warganet itu berharap serangan demikian juga menimpa menara, pelabuhan, bandara, dan fasilitas perekonomian Uni Emirat Arab (UEA) sebagai hukuman bagi rezim Dubai yang semakin norak dalam menjalin hubungan dengan Rezim Zionis Israel serta mempersenjata para antek bayarannya di kawasan Timteng.

Ada pula aktivitas media sosial yang mengibaratkan pelesatan rudal Yaman tersebut dengan ibadah lempar jumrah, yang menyimbolkan pelemparan terhadap Iblis dan syaitan.

Sebagian netizen juga meledek dengan menyatakan bahwa Saudi semula mengaku berhasil mencegat dan merontokkan rudal dan drone Yaman, tapi sekarang mengaku berhasil memadamkan kebakaran yang melanda kilang minyak Aramco akibat serangan drone.

Media online Rai Al-Youm yang berbasis di London menyebut peristiwa yang menyebabkan kepulan asap tebal di angkasa Riyadh tersebut sebagai pukulan telak bagi mental rezim kerajaan Saudi serta bukti kegagalan sistem pertahanan udara buatan AS yang didatangkan Saudi dengan menghamburkan dana puluhan miliar Dolar AS. (mm/fna/alalam/raialyoum)

 

 

DISKUSI: