TelAviv, LiputanIslam.com – Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang ditunjuk, Eyal Zamir, mengungkapkan kerugian baru Israel dengan mengatakan bahwa jumlah tentara yang terluka lebih dari 15.000 orang, dan 5.942 keluarga Israel telah bergabung dalam ‘daftar keluarga yang berduka’.
Hal itu disampaikan dalam pidato pertama Zamir, yang ditunjuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu awal Februari ini sebagai Kepala Staf setelah pendahulunya, Herzi Halevi, mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri Januari lalu, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan yang dipublikasikan di halaman Facebook-nya pada hari Minggu dan baru-baru ini diedarkan.
Pernyataan Zamir, yang dijadwalkan resmi menduduki jabatan Kepala Staf pada tanggal 6 Maret, berbeda secara signifikan dengan data yang diumumkan tentara Israel mengenai kerugian prajuritnya dalam perang genosida di Gaza.
Situs web tentara Israel mencatat jumlah korban tewas sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 adalah 844 perwira dan prajurit, termasuk 405 korban yang jatuh sejak dimulainya invasi darat ke Gaza.
Zamir menjelaskan jumlah perwira dan prajurit yang terluka adalah 5.696, termasuk 2.572 sejak dimulainya invasi darat ke Gaza.
Menurut Zamir, “lebih dari 15.000 prajurit yang mengalami cedera fisik dan mental telah diserap ke dalam sistem rehabilitasi (bernaung di bawah Kementerian Pertahanan), dan 5.942 orang bergabung dengan daftar keluarga yang ditinggalkan,” yang berarti keluarga prajurit yang terbunuh dalam perang (orang tua, saudara kandung, dan anak-anak).
Sepanjang perang genosida yang berlangsung lebih dari 15 bulan, pengamat internasional mencatat bahwa Israel hanya mengumumkan sebagian dari kerugian manusia dan materialnya, sementara sensor militer memberlakukan pemblokiran ketat terhadap jumlah kerugian sebenarnya.
Dalam pidato yang sama, Zamir mengatakan, “Tahun 2025 akan tetap menjadi tahun pertempuran. Kementerian Pertahanan harus terus berupaya meningkatkan kemampuan tempurnya, membangun kekuatan, dan mendukung kebutuhan IDF serta misi keamanan nasional.”
Dia menambahkan,“Kementerian Pertahanan Israel membeli senjata dan logistik senilai 220 miliar shekel ($61,5 miliar) pada tahun 2024, lebih dari empat kali lipat jumlah pada tahun normal.”
Kepala Staf IDF yang ditunjuk menyatakan bahwa “lebih dari 150 miliar shekel ($42 miliar) telah diinvestasikan dalam pembelian lokal, dengan tujuan memperkuat industri pertahanan Israel dan mengurangi ketergantungan pada luar negeri.”
Pada tanggal 30 Januari, surat kabar berbahasa Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa biaya perang genosida Israel di Jalur Gaza berjumlah $42 miliar, atau rata-rata $83,8 juta per hari.
Pada tanggal 19 Januari, perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku. Tahap pertama akan berlangsung selama 42 hari, di mana negosiasi akan dimulai untuk memulai tahap kedua dan ketiga, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS.
Dengan dukungan AS, antara 7 Oktober 2023 dan 19 Januari 2025, Israel melakukan genosida di Gaza, hingga menjatuhkan korban gugur dan luka lebih dari 159.000 orang Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 14.000 orang hilang. (mm/raialyoum)