
Gaza, LiputanIslam.com – Hamas, Jihad Islam, dan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) pada hari Jumat (10/10) merilis pernyataan bersama yang menandai pengumuman fase pertama perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Mereka “menyambut baik keteguhan rakyat Palestina, terutama di Gaza, dalam menghadapi kejahatan Zionis.”
Hamas dan faksi-faksi Palestina memuji “kepahlawanan kubu perlawanan, yang telah menimbulkan kerugian besar bagi musuh,” dan menekankan bahwa “kemauan rakyat dan perlawanan lebih kuat daripada segala upaya penaklukan.” Mereka juga memberi penghormatan kepada “front-front pendukung di Yaman, Lebanon, Iran, dan Irak atas dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina.”
Mereka berterima kasih kepada para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki, serta semua pihak yang berkontribusi dalam mendukung proses negosiasi, dan menyerukan kepada Washington dan para mediator untuk “terus mematuhi ketentuan-ketentuan perjanjian dan mencegah penyimpangan darinya.”
Hamas dan faksi-faksi Palestina memuji solidaritas global dengan Palestina dan Gaza, menganggapnya “mencerminkan sikap politik dan kemanusiaan internasional serta meningkatkan isolasi terhadap rezim pendudukan.”
Mereka menekankan bahwa “apa yang telah dicapai merupakan kegagalan politik dan keamanan dari rencana rezim pendudukan untuk melakukan penggusuran dan pemindahan penduduk, dan merupakan langkah pertama untuk mengakhiri agresi, mencabut blokade, dan membebaskan ratusan tahanan.”
Mereka berterima kasih kepada para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki, serta semua pihak yang berkontribusi dalam mendukung proses negosiasi, dan menyerukan kepada Washington dan para mediator untuk “terus mematuhi ketentuan-ketentuan perjanjian dan mencegah penyimpangan darinya.”
Hamas dan faksi-faksi Palestina memuji solidaritas global dengan Palestina dan Gaza, menganggapnya “mencerminkan sikap politik dan kemanusiaan internasional serta meningkatkan isolasi pendudukan.”
Mereka menekankan bahwa “apa yang telah dicapai merupakan kegagalan politik dan keamanan dari rencana rezim pendudukan untuk melakukan penggusuran dan pemindahan penduduk, dan merupakan langkah pertama untuk mengakhiri agresi, mencabut blokade, dan membebaskan ratusan tahanan.”
Hamas dan faksi-faksi Palestina menekankan “pemantauan ketat dan kewaspadaan nasional yang berkelanjutan untuk memastikan implementasi perjanjian dan penghentian perang genosida.” Mereka juga menegaskan “komitmen penuh mereka untuk membebaskan semua tahanan dan menempatkannya di prioritas utama nasional mereka.”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama rencana perdamaiannya.
“Ini berarti semua sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati, langkah pertama menuju tercapainya perdamaian yang kuat, langgeng, dan abadi. Semua pihak akan diperlakukan secara adil,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Hamas sendiri telah mengumumkan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, termasuk mengenai masuknya bantuan dan pertukaran tahanan. Hamas mendesak Presiden AS Donald Trump, negara-negara penjamin perjanjian tersebut, serta negara-negara Arab, Islam, dan internasional, untuk memaksa Israel sepenuhnya melaksanakan persyaratan perjanjian tersebut. (mm/alalam)