Teheran, LiputanIslam.com – Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Hamas dan Jihad Islam mengenai proposal baru untuk gencatan senjata di Gaza, dan menekankan bahwa hanya rakyat Palestina yang berhak menentukan masa depan mereka.
Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh diperkirakan berada di Kairo untuk melakukan pembicaraan mengenai usulan gencatan senjata di Gaza, yang menurutnya akan mengakhiri invasi militer Israel ke Gaza dan menjamin penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Dalam pembicaraan teleponnya dengan Amir-Abdollahian pada Kamis malam (1/2), Haniyeh menyajikan laporan tentang “perlawanan dan ketahanan yang tak terlukiskan dari bangsa Palestina dan kelompok perlawanan di Jalur Gaza dan Tepi Barat serta rencana dan inisiatif politik yang diusulkan untuk penghentian kejahatan rezim Zionis dan pertukaran tahanan”.
Dia menekankan bahwa “kelompok perlawanan, sambil mempertahankan persatuan dan kekompakan mereka, akan mempertimbangkan inisiatif yang diusulkan hanya jika mereka memenuhi kepentingan tertinggi bangsa Palestina”.
Proposal gencatan senjata, yang digambarkan sebagai sebuah kerangka kerja, disepakati antara Mesir, Qatar, AS dan Israel pada hari Minggu lalu dalam pembicaraan di Paris. Lokasi perundingan menyebabkan perunding Hamas tidak dapat hadir.
Mengenai komunikasi dan pertemuannya baru-baru ini dengan para pejabat negara lain dan organisasi internasional, Amir-Abdollahian mengatakan “penghentian segera kejahatan rezim Zionis terhadap para tuna wisma di Gaza” adalah kunci untuk membangun stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.
Dia juga memuji “perlawanan heroik bangsa Palestina dalam empat bulan terakhir”.
“Hanya rakyat Palestina, sebagai pemilik utama tanah ini, yang berhak menentukan nasib dan masa depannya, dan tidak ada pihak yang bisa memaksakan kehendak dan rencana politiknya kepada mereka,” lanjutnyahnya.
Amir-Abdollahian juga mengadakan pembicaraan dengan pemimpin faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhala, menekankan perlunya upaya Palestina, regional dan internasional untuk segera menghentikan kejahatan Israel, memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, dan menentang migrasi paksa warga Palestina.
“Perlawanan bangsa Palestina dalam empat bulan terakhir, meskipun kejahatan rezim Zionis meluas, merupakan sumber kebanggaan bagi seluruh dunia Islam, pencari kebebasan dunia dan kemanusiaan,” tutur Menlu Iran.
Al-Nakhala mengapresiasi dukungan pemimpin besar, presiden, pemerintah dan rakyat Iran terhadap perjuangan pembebasan Palestina dan Al-Quds.
“Rakyat Palestina dan kelompok perlawanan pasti akan memenangkan pertempuran saat ini, dan Zionis penjajah tidak punya pilihan selain tunduk pada kemauan keras rakyat Palestina,” ujarnya. (mm/presstv)
Baca juga: