Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Fahmi Huwaidi: Gaza, Karbala Kontemporer; Kemenangan Darah Atas Pedang

Published 23/07/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

mesir fahmi huwaidiBaghdad, LiputanIslam.com – Kolumnis senior dan pemikir Muslim tersohor Mesir Fahmi Huwaidi dalam sebuah artikelnya yang dimuat di situs Aljazeera.net menilai tragedi pembantaian yang sedang melanda Gaza, khususnya di kawasan Shejaiyah, sebagai Tragedi Karbala di era kontemporer. Menurutnya, bangsa Palestina di Jalur Gaza terbiarkan sendirian oleh bangsa-bangsa Arab sebagaimana cucu Nabi Saw, Husain bin Ali ra, dibiarkan oleh umat Islam dibantai oleh penguasa Yazid bin Muawiyah pada sekitar 13 abad silam.

“Saya melihat Yazid membasmi Husain di Shejaiyah, dan membanjiri Jalur Gaza dengan darah dan potongan tubuh manusia di saat sebagian besar bangsa Arab tak dapat menolong orang-orang yang tertindas dan terkepung. Bangsa-Bangsa Arab menelantarkan mereka dan membiarkan pedang mengalirkan darah serta merobohkan bangunan, sama persis dengan apa yang diperbuat balatentara Yazid di Kufah pada 13 abad silam terhadap Husain dan keluarganya yang telah berubah menjadi simbol pengorbanan dan pembelaan terhadap kebenaran dan kemerdekaan,” tulis Huwaidi dalam artikelnya yang berjudul “Karbala Kontemporer, Kemenangan Darah Atas Pedang”.

Islamis moderat ini menambahkan, “Memang, Tragedi Karbala hanya berlangsung tiga hari, sedangkan tragedi Karbala di era kita sudah memasuki hari ke-13. Memang, pembantai Husain dan keluarganya adalah bagian dari umat Islam sendiri, sedangkan pembantai di zaman kita adalah musuh yang didukung oleh sebagian orang Islam sendiri. Benar pula bahwa korban tragedi yang pertama jumlahnya sekitar 70 orang, sedangkan korban tragedi di zaman kita 400 lebih dan terus bertambah setiap hari. Namun demikian, kejahatan pembunuhannya sama saja, demikian pula pembiaran oleh penduduk sekitarnya. Korban tragedi pertama masuk ke dalam sejarah melalui pintu pelaknatan, sedangkan tragedi di zaman kita masuk melalui pintu kepahlawanan dan keluhuran.”

Lebih lanjut Huwaidi menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh penduduk Gaza bukanlah berdasar pertimbangan kekuatan militer untuk penumpahan darah, melainkan berdasarkan pertimbangan normatif dan keluhuran.

Dia menuliskan, “Dari sisi ini, orang-orang Palestina di Gaza telah berperan seperti Husain dan keluarganya. Pada Karbala klasik, kubu Husain segera tertumpas habis hingga diratapi oleh para pengikutnya dalam berbagai bentuk dan ekspresi sampai sekarang, sedangkan pada Karbala kontemporer orang-orang Palestina tidak kalah, tidak mundur, dan terus melawan para pembantainya. Pada Karbala terdahulu mereka menampilkan pengorbanan, sedangkan pada Karbala masa kini mereka memperagakan keteguhan dan keperkasaan, hal yang menghasilkan lembaran-lembaran cemerlang dalam catatan sejarah mereka serta membangkitkan harapan untuk masa depan.” (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account