Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Masoud Pezeshkian, Jumat (30/1).
Erdogan menawarkan kesediaan Turki untuk menjadi penengah antara Teheran dan Washington guna meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah dan mencegah eskalasi militer.
Menanggapi tawaran ini, Pezeshkian menekankan bahwa upaya diplomatik membutuhkan pembangunan suasana saling percaya.
Kedua pihak sepakat tentang perlunya memperkuat diplomasi dan menghindari konfrontasi di tengah ketegangan regional dan global saat ini, serta menekankan pentingnya dialog langsung berdasarkan prinsip saling menghormati untuk memastikan stabilitas regional.
Pezeshkian menekankan bahwa pendekatan Iran didasarkan pada dialog dan saling menghormati, menolak ancaman dan bahasa kekerasan, serta berlandaskan logika saling menguntungkan.
Dia menjelaskan bahwa membangun saluran diplomatik yang efektif membutuhkan penciptaan suasana saling percaya, dan menunjukkan bahwa keberhasilan inisiatif diplomatik membutuhkan ekspresi iktikad baik dan meninggalkan agresifitas.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya mendukung diplomasi terhormat berdasarkan hukum internasional dan kesetaraan, menghindari intimidari dan paksaan, sambil memperingatkan agar tidak menggunakan negosiasi sebagai kedok agresi.
Teheran telah menuntut jaminan yang jelas untuk hal ini, sementara Trump mengungkapkan niatnya untuk mengadakan pembicaraan dengan Teheran, di tengah ancaman AS untuk menggunakan semua opsi dengan dalih mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. (mm/alalam)