Gaza, LiputanIslam.com – Juru bicara militer Israel mengumumkan tewasnya empat tentara Zionis akibat ledakan bom yang meruntuhkan sebuah bangunan di lingkungan Bani Suhaila, Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, pada hari Jumat (6/6).
Juru bicara militer Israel mengumumkan nama tentara yang tewas, yaitu; Mayjen (purn.) Chen Gross, 33, dari Magen Yasya, seorang prajurit di unit Maglan dari Divisi Komando; Sersan Yoav Rever, 19, dari Warburg Field, seorang prajurit di unit Yahalam dari Korps Teknik Tempur; dan dua tentara lainnya yang keluarganya telah diberitahu, tapi nama mereka belum dirilis.
Radio militer Israel menyatakan lima tentara lainnya terluka dalam peristiwa itu, sementara sumber media lokal di Jalur Gaza sebelumnya melaporkan bahwa empat tentara Israel tewas dan 11 tentara terluka, satu di antaranya kritis, dan bahwa bahwa sempat terjadi upaya penculikan terhadap salah satu tentara yang terluka, tapi gagal.
Tentara Israel bergerak maju ke daerah selatan Khan Yunis seiring tembakan tank dan perlindungan udara gencar, yang mengebom siapa pun yang mencoba bergerak di daerah penyerbuan.
Saksi mata menyebutkan bahwa pergerakan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan paralel tank-tank Israel di lingkungan Tuffah di sebelah timur Kota Gaza, di tengah penembakan artileri.
Media Israel melaporkanevakuasi tentara Israel yang tewas dan terluka sebagai akibat serangan baru pejuang perlawanan Palestina di Khan Yunis, selatan Gaza, dan ini terjadi menyusul serangan lain yang menewaskan lima tentara Israel pada hari Jumat.
Brigade Al-Quds, yang berafiliasi dengan kelompok Jihad Islam, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka, bersama Brigade Al-Qassam, telah menembaki pusat komando dan kendali Israel di dekat Balai Kanada, tenggara Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan.
Media Israel melaporkan bahwa peristiwa itu merupakan “insiden sangat serius yang terjadi ketiga kalinya” di Jalur Gaza pada hari Jumat.
Brigade Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan pada hari Kamis bahwa para pejuangnya telah melakukan “penyergapan rumit” di sebelah timur kamp Jabalia di Jalur Gaza utara, yang menewaskan dan atau melukai dua tentara Israel.
Operasi-operasi terbaru para pejuang Palestina merupakan bagian dari respon mereka terhadap perang genosida yang dilancarkan Israel terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan AS, sejak 7 Oktober 2023. (mm/raialyoum)