Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziyad al-Nakhalah, kubu pejuang perlawanan Palestina telah menyatakan kesediaannya bernegosiasi atas dasar bahwa ada beberapa persyaratan yang dapat ditangani secara positif, terutama klausul pertukaran tawanan.
“Menyerah pada persyaratan musuh tidaklah dapat diterima, mengingat bahwa pengorbanan telah banyak diberikan oleh bangsa kami nan gagah berani,” ungkap al-Nakhalah, dalam sebuah pernyataan pada peringatan tahun kedua Badai Al-Aqsa, Rabu (8/10).
Dia menilai gagasan Presiden AS Donald Trump mengharuskan rakyat Palestina menyerah sepenuhnya kepada musuh.
“Klausul pertukaran tawanan dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang, dan dengan itu, kita singkirkan pelatuk dan pembenaran musuh atas agresinya,” lanjut Al-Nakhala.
Dia mengatakan, “Kubu pejuang sedang melancarkan negosiasi sengit di bawah rencana Trump, dan bangsa kami nan berani dan tangguh tidak akan mengibarkan bendera menyerah di Gaza.”
Dia juga menuturkan, “Hari ini kita berdiri di persimpangan jalan yang penting, dan jalan kebenaran sudah jelas. Kita harus bangkit dari pertempuran ini dengan kepala tegak. Kita adalah pemilik yang sah, dan kita harus berjuang untuk merebut kembali hak-hak kita. Kita sedang melancarkan pertempuran terberat dalam sejarah perjuangan kita, dan kita tidak akan pernah menyerah.”
Al-Nakhalah menegaskan, “Jika musuh melalui negosiasi bersikeras mewujudkan apa yang tak dapat mereka wujudkan melalui perang maka kita akan terus bertahan. Musuh dan sekutunya mengancam kita dengan pembunuhan dan penghancuran yang berkelanjutan jika kita tidak menyerah… Bukankah mereka sudah melakukannya? Mereka sudah melakukan itu dan lebih banyak lagi.”
Dia melanjutkan, “Dua tahun telah berlalu sejak Operasi Badai Al-Aqsa, bangsa kita tetap teguh, dan perjuang perlawanan mereka tetap aktif di lapangan. Bangsa Palestina tetap sabar, menantang, dan menolak menyerah. Kubu perlawanan Palestina nan gagah berani tidak berhenti memerangi musuh, dan menimbulkan kerugian pada mereka hari demi hari.”
Dia juga mengatakan, “Dua tahun, dan musuh membunuh dan menghancurkan segalanya, dan rakyat kita belum menyerah kepada para pembunuh dan penjahat Zionis. Dua tahun telah menggerakkan setiap orang dengan hati nurani manusia di dunia ini untuk bangkit dalam solidaritas dan dukungan.” (mm/almayadeen)