KiryatMalakhi, LiputanIslam.com – Dua warga Israel tewas dalam peristiwa penembakan di dekat Kiryat Malakhi di bagian selatan Israel (Palestina pendudukan 1948) pada hari Jumat (16/2).
Dilaporkan bahwa seorang pria melepaskan tembakan ke halte bus dekat Kiryat Malakhi, yang terletak hampir 25 kilometer sebelah utara Jalur Gaza, yang diperangi oleh pasukan Zionis Israel dengan aksi genosida selama lebih dari empat bulan.
Juru bicara Kaplan Medical Center mengatakan dua pemukim yang dibawa ke fasilitas tersebut telah dinyatakan meninggal.
Empat orang lainnya terluka dalam penembakan itu, menurut pasukan militer Israel. Sementara laporan lain menyebutkan tiga pemukim tewas dan tiga lainnya terluka dalam penembakan tersebut.
Menurut polisi, pria yang melepaskan tembakan dibunuh di tempat kejadian oleh seorang pemukim bersenjata.
Serangan itu terjadi setelah lebih dari empat bulan Israel kontinyu menebar serangan brutal dan belum pernah terjadi sebelumnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Hal ini juga terjadi setelah pemerintah Israel berencana untuk menyerang kota Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, tempat lebih dari 1,4 juta warga Palestina berlindung, setelah terusir oleh agresi Israel di Gaza utara dan tengah.
Israel menginvasi Gaza sejak 7 Oktober 2024, yaitu setelah Hamas melancarkan serangan fajar Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan terhadap kampanye pertumpahan darah dan kehancuran yang dilakukan rezim Israel selama puluhan tahun terhadap Palestina.
Sejak dimulainya serangan, pasukan Zionis telah menggugurkan sedikitnya 28.775 warga Palestina dan melukai lebih dari 68.552 lainnya. Ribuan lainnya juga hilang dan diperkirakan gugur di bawah reruntuhan di Gaza. (mm/prsesstv)