Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya “tidak ingin perang menyebar di kawasan (Timur Tengah), namun pasti akan menanggapi kejahatan Israel.”
“Israel ingin menyulut konflik di kawasan ini, dan pembunuhan (kepala biro politik Hamas, Ismail) Haniyeh adalah contoh nyata pelanggaran semua hukum dan norma internasional,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, di ibu kota, Teheran, Senin (7/8).
Pezeshkian juga menyebutkan bahwa kebijakan luar negeri Iran mengutamakan antara lain peningkatan hubungan strategisnya dengan Rusia.
“Kerja sama antara Iran dan Rusia untuk mendorong dunia multipolar tentu akan menghasilkan keamanan yang lebih besar dan menjamin perdamaian dunia,” tuturnya.
Di pihak lain, Shoigu mengatakan bahwa Rusia memandang Iran sebagai salah satu mitra terpentingnya.
Dia mengungkapkan kebahagiaannya atas upaya bersama kedua negara menjamin multipolaritas dan keamanan di kawasan.
“Rusia sangat mementingkan kerja sama dengan Iran di organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok BRICS, dan Organisasi Kerjasama Shanghai. Kami akan berupaya memperluas kerangka kerja sama di antara kami,” ujarnya.
Shoigu juga mengadakan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri, yang dalam pertemuan itu mengatakan hubungan antara negaranya dan Rusia “mendalam dan strategis.”
Bagheri menyampaikan terima kasih atas kerja sama trilateral yang terjalin antara Iran, Rusia, dan Tiongkok. (mm/raialoum)