Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengecam rencana AS-Israel untuk memindahkan warga Gaza, dan menyebutnya rencana “bodoh ” yang juga akan gagal sebagaimana mereka gagal menumpas perlawanan di Gaza.
“Rencana-rencana ini tidak akan membuahkan hasil. Mereka yang bersumpah untuk melenyapkan perlawanan dalam waktu singkat satu setengah tahun yang lalu, kini menerima tawanan mereka dari kelompok-kelompok kecil pejuang perlawanan dengan imbalan sejumlah besar warga Palestina,” ungkap Ayatullah Khamenei saat di temui Sekretaris Jenderal gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhaleh, Selasa (18/2).
Dia memuji kemenangan perlawanan Gaza atas Israel dan AS, dan menilanya sebagai sesuatu yang luar biasa.
Pemimpin Besar Iran menekankan bahwa upaya keras para pemimpin dan pejuang perlawanan Palestina dalam menjaga persatuan, keteguhan mereka melawan musuh dan dalam menyiasati proses perundingan gencatan senjata yang rumit, serta ketahanan dan kesabaran rakyat Gaza telah membuat kubu perlawanan bangga di kawasan.
“Kemenangan ini menjadi tolok ukur baru bagi perang perlawanan,” katanya.
Ayatullah Khamenei memuji cara perlawanan menangani pertukaran tahanan sebagai bukti kekuatannya di hadapan khalayak global.
“Saat ini, opini publik internasional mendukung Palestina, dan dengan demikian tidak ada rencana yang akan berhasil tanpa persetujuan dari perlawanan dan rakyat Gaza,” tuturnya.
Di pihak lain, Nakhaleh mengucapkan selamat kepada Ayatullah Khamenei atas kemenangan Gaza, dan mengaitkan kemenangan ini dengan dukungan yang konsisten dari Iran dan mendiang pemimpin Hizbullah Syahid Sayid Hassan Nasrallah.
“Perlawanan Palestina secara efektif melawan Amerika dan Barat selama 18 bulan terakhir dan meskipun terjadi ketimpangan keseimbangan kekuatan, mereka dapat meraih kemenangan besar,” kata Nakhaleh.
Dia menyoroti persatuan antara kelompok Palestina dan Lebanon di medan perang dan di ranah politik sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan mereka di Gaza.
“Kami tidak akan pernah melupakan jalan perlawanan kami, dan kami akan melanjutkan jalan ini sebagai prajurit perlawanan,” tegas Nakhaleh. (mm/presstv)