Diserang Rudal Lagi, Israel Bunyikan Sirine Di Bagian Selatan Wilayahnya

0
101

Gaza, LiputanIslam.com – Sirine dibunyikan di bagian selatan Israel (Palestina pendudukan 1948) sebagai peringatan adanya serangan rudal, justru tak lama setelah Hamas pada Senin malam (26/3/2019) mengumumkan berlanjutnya gencatan senjata di Jalur Gaza menyusul campurtangan Mesir terkait dengan gelombang kekerasan baru di Gaza.

Belum ada berita segera mengenai akibat serangan rudal tersebut.

Jubir Hamas Fawzi Barhoum menyatakan, “Upaya Mesir berhasil untuk gencata senjata antara rezim pendudukan (Israel) dan faksi-faksi muqawamah (resistensi).”

Kubu pejuang Palestina telah menembakkan beberapa rudal dari Jalur Gaza ke Israel beberapa jam setelah Israel pada Senin sore melancarkan serangkaian serangan udara ke berbagai posisi di Jalur Gaza sebagai reaksi atas penembakan rudal yang telah menjatuhkan beberapa korban luka di bagian utara Tel Aviv.

Militer Israel mengaku “segera membom posisi-posisi teroris Hamas di Jalur Gaza.” Para saksi mata di Gaza mengatakan bahwa beberapa helikopter Israel telah melancarkan sedikitnya tiga serangan ke bagian barat Gaza dengan sasaran posisi Brigade Ezzeddin al-Qassam, sayap militer Hamas, sementara Hamas mengutuk serangan udara Israel terhadap kantor Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Gaza.

Saksi mata menjelaskan bahwa sebuah bangunan dua lantai milik sebuah perusahaan asuransi  yang oleh Israel disebut sebagai milik badan intelijen Hamas dan satu bangunan lain milik lembaga keamanan lokal hancur di pusat kota Gaza akibat serangan Israel. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban akibat serangan ini.

Serangan udara itu terjadi bersamaan dengan tibanya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru meneken dekrit pengakuan AS atas kedaulatan Israel terhadap Dataran Tinggi Golan milik Suriah.

Sebelumnya, rudal yang dilesatkan dari Gaza telah menimpa sebuah rumah di utara Tel Aviv dan menjatuhkan tujuh korban luka pada dini hari Senin. Eskalasi ini terjadi dalam situasi yang sangat sensitif menjelang pemilu parlemen Israel pada 9 April mendatang.

Militer Israel menuding Hamas telah menembakkan rudal dari kota Rafah, Jalur Gaza, namun seorang pejabat Hamas yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa pelakunya bukan Hamas. Dia menambahkan bahwa pesan demikian juga telah disampaikan kepada Mesir selaku mediator antara Israel dan Hamas.

Namun Israel menyatakan siap membalasnya dengan sengit dan mengumumkan pengiriman dua brigade pasukan tambahan ke kawasan sekitar Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Polisi Israel menyatakan bahwa serangan rudal tersebut ditembakkan dari jarak 120 kilometer dan menimpa rumah di sebuah komplek yang terletak di 20 kilometer utara Tel Aviv. Pihak rumah sakit Israel menyatakan telah menerima sebanyak tujuh korban luka yang enam di antaranya dari satu keluarga akibat serangan tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI: