TelAviv, LiputanIslam.com – Sirene berbunyi di Gush Dan serta di seluruh Israel tengah pada Senin malam (30/12) menyusul peluncuran beberapa rudal dari Yaman, menurut laporan media Israel.
Serangan dari Yaman itu membuat lalu lintas navigasi berhenti di Bandara Ben Gurion, dan pesawat-pesawat pun menjauhinya.
Tentara Israel mengaku telah mencegat rudal dari Yaman, sementara media Israel dalam laporan awal menyebutkan bahwa “pecahan besar dari rudal balistik yang diluncurkan jatuh di jalan di lingkungan Ramat di Tel Aviv.”
Sebuah platform media Israel menyatakan, “Ketika juru bicara militer Israel mengatakan bahwa rudal tercegat di luar perbatasan Israel, maka dia berbohong atau mendistorsi kenyataan.”
Pasukan Yaman melesatkan rudal ke Israel tepat setelah pasukan AS-Inggris menyerang distrik Al-Tuhayta, selatan Hodeidah, Yaman barat.
Magen David Adom (ambulans Israel) melaporkan bahwa beberapa orang terluka ketika berlarian menuju tempat penampungan, dan sejumlah lainnya mengalami trauma.
Jurnalis saluran Kan Roy Kayes mengatakan, “Rudal balistik Yaman diluncurkan dari daerah Al-Jah, di selatan kota pelabuhan di Hodeidah, Yaman barat, yaitu daerah yang juga dilaporkan menjadi sasaran serangan AS dalam satu jam terakhir.”
Kelompok Ansarullah di Yaman pada Senin malam mengumumkan bahwa koalisi AS-Inggris melancarkan dua serangan di wilayah pesisir Hodeidah, Yaman barat.
Saluran TV Al Masirah milik Ansarullah di akunnya di platform Telegram melaporkan: “Agresi Amerika-Inggris melancarkan dua serangan di Distrik Al-Tuhayta, di bagian selatan Provinsi Hodeidah (Yaman barat).”
Saluran tersebut tidak menyebutkan rincian apa pun mengenai dampak serangan ini, sementara belum ada komentar langsung dari pihak Amerika atau Inggris mengenai laporan tersebut.
Provinsi Hodeidah merupakan salah satu daerah terpenting di Yaman, karena memiliki bandara internasional dan tiga pelabuhan penting, serta memiliki jalur pantai yang panjang.
Sebagai solidaritas dengan penduduk dan pejuang Gaza dalam menghadapi perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023, yang sejauh ini telah menjatuhkan korban jiwa dan luka hampir 153.000 warga Palestina, pasukan Yaman sejak November di tahun yang sama menyerang kapal-kapal Israel atau yang terkait dengannya di Laut Merah.
Menanggapi serangan Yaman tersebut, AS dan Inggris sejak awal tahun ini mulai melancarkan serangan udara dan rudal terhadap Yaman. Hal ini ditanggapi oleh pasukan Yaman dengan mengumumkan bahwa sejak itu mereka menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target militernya, dan memperluas serangannya ke kapal-kapal yang melewati Laut Arab, Samudera Hindia, atau negara lain mana pun yang terjangkau senjata Yaman. (mm/almayadeen/raialyoum)