Dilaporkan akan Kurangi Jumlah Pasukan di Suriah, Rusia Malah Sebar Sistem Pertahanan Udara

0
128

Qamishli, LiputanIslam.com   Pasukan Rusia yang dikerahkan di pangkalannya di Bandara Qamishli, Suriah, dikabarkan terus membawa bala bantuan militer ke pangkalan mereka di bandara tersebut.

Sebelumnya tersiar laporan bahwa jumlah pasukan Rusia akan dikurangi di Suriah dan secara bertahap akan ditarik dari beberapa daerah, termasuk wilayah utara dan timur laut Suriah. Bersamaan dengan ini, Turki  mengancam akan melancarkan operasi militer baru di wilayah perbatasannya dengan Suriah.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa konvoi peralatan, senjata dan tentara, termasuk sebagian besar peralatan pertahanan udara, telah tiba di Bandara Qamishli. Sekitar seminggu sebelumnya, Rusia mengerahkan enam helikopter dan dua pesawat tempur ke sana.

Sumber media mengatakan, “Pasukan Rusia yang hadir di Bandara Qamishli mulai memasang sistem pertahanan udara Pantsir-S1 di dalam bandara. Penyebaran sistem itu dilakukan setelah pangkalan diperkuat dengan sejumlah pesawat tempur dan helikopter.”

Rusia tampak jelas bermaksud  menyangkal semua berita Barat dan Amerika tentang penarikan Rusia dari Suriah, dan  mengirim banyak pesan dengan mengubah pangkalan di Bandara Qamishli menjadi pangkalan terbesar kedua di Suriah setelah pangkalan Hmeimim di Latakia.

Pengerahan militer di pangkalan yang berjarak sekira 5 km dari perbatasan dengan Turki itu seakan memberi penekanan bahwa peran Rusia di Suriah masih sangat penting, dan bahwa Rusia menentang operasi militer baru Turki di utara dan timur Suriah.

Kamis lalu Rusia mendesak Turki untuk tidak melancarkan serangan di Suriah utara setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperbarui ancaman operasi militer terhadap apa yang dia sebut “teroris” Kurdi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, “Kami berharap Ankara akan menahan diri dari tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan berbahaya dari situasi yang sudah sulit di Suriah.”

Dia menyebutkan bahwa Rusia “memahami kekhawatiran Turki atas ancaman terhadap keamanan nasional yang berasal dari wilayah perbatasan” dengan Suriah, tapi dia segera menambahkan bahwa masalah itu hanya dapat diselesaikan jika pasukan Suriah dikerahkan di daerah tersebut. (mm/almayadeen/aljazeera)

 

DISKUSI: