Dijumpai Menhan Suriah, Presiden Raisi: Hubungan Teheran-Damaskus Berbasis Semangat Resistensi

0
67

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Suriah Ali Mahmoud Abbas di Teheran, Selasa (24/1), mengatakan hubungan antara Iran dan Suriah berbasis semangat resistensi kedua negara, dan menekankan bahwa Teheran akan mendukung Damaskus dalam rekonstruksi Suriah.

Dia mengatakan bahwa hubungan Iran-Suriah adalah “strategis” karena didasarkan pada “kepercayaan bersama,” dan “semangat perlawanan” yang ditunjukkan oleh rakyat mereka.

“Republik Islam Iran adalah sahabat sejati bangsa Suriah karena berdiri bersama bangsa dan pemerintah Suriah selama perlawanan melawan terorisme, dan siap mendukung mereka selama periode rekonstruksi dengan memperkuat kerjasama ekonomi di segala bidang,”ungkap Raisi.

Dia memuji upaya  angkatan bersenjata Suriah melindungi negara dan pemerintah negara mereka dari hasutan, dan menyebut upaya itu sebagai “prospek yang menjanjikan untuk masa depan warga Suriah.”

Di pihak lain,  Ali Mahmoud Abbas menyatakan negaranya menang dalam perang melawan terorisme berkat “dukungan dari saudara-saudaranya dan sahabat sejati,” dan Suriah akan terus bertindak sebagai bagian dari mata rantai resistensi  yang lebih kuat daripada di masa lalu. .

“Musuh selalu mencari kesempatan untuk merusak hubungan mendalam dan persaudaraan antara Suriah dan Iran, tapi hubungan antara kedua negara terlampau mengakar dan kuat bagi siapa pun untuk dapat diusik, dan hubungan ini akan lebih luas dan mendalam daripada sebelumnya,” tutur Abbas.

Iran mempertahankan misi asistensinya di Suriah atas permintaan Damaskus dengan tujuan membantu negara Arab yang dilanda perang itu menyingkirkan militan yang didukung asing, yang telah berperang melawan pemerintah Suriah yang dipilih secara demokratis sejak 2011.

Asistensi Iran di Suriah telah efektif membantu mengalahkan kelompok teroris ISIS dan membersihkan sebagian besar wilayah Suriah dari terorisme takfiri. (mm/presstv)

DISKUSI: