Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok resistensi Islam Hizbullah di Lebanon pada hari Jumat (10/5) mengumumkan pihaknya telah menggempur pangkalan Khirbet Maar dan posisi artilerinya dengan salvo roket Katyusha.
Sekitar satu setengah jam setelah serangan tersebut, dan ketika tentara Zionis Israel berkumpul di pangkalan tersebut untuk mengatasi kerusakan, pasukan Hizbullah kembali menggempur lokasi tersebut untuk kedua kalinya dengan puluhan roket Katyusha.
Hizbullah juga melepaskan salvo roket ke daerah permukiman Zionis Kiryat Shmona dan barak Yifthah dengan senjata roket dan artileri.
Hizbullah menyatakan kedua operasi tersebut merupakan balasan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah penduduk di selatan serta serangan terhadap kota Tayr Harfa hingga menjatuhkan dua orang gugur dari kalangan pejuang.
Sebelum itu, pasukan Hizbullah merudal situs Al-Samaqa di daerah pendudukan perbukitan Kfar Shuba Lebanon. Mereka juga menggempur dan menghancurkan perangkat spionase dan pemantauan yang baru dikembangkan di situs Miskav Am.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa serangan Hizbullah menyebabkan beberapa kebakaran serta merusak puluhan rumah dan kendaraan di daerah Kiryat Shmona. 10 tim penyelamat dan pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api, termasuk dua kebakaran besar.
Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah dan tentara Israel terlibat konfrontasi sengit yang melintasi Garis Biru hingga menyebabkan ratusan orang terbunuh dan terluka.
Hizbullah mengaku beraksi demi membela rakyat dan pejuang di Jalur Gaza yang diperangi habis-habisan oleh Israel sejak 7 Oktober hingga mengakibatkan korban gugur dan cedera lebih dari 113.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan kaum perempuan, serta menyebabkan sekira 10.000 orang hilang di tengah derita kelaparan dan kehancuran besar-besaran. (mm/almayadeen/raialyoum)