Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan bangsa Iran tak bisa diancam, dan akan selalu “berdiri teguh ” menghadapi perang yang dipaksakan.
Dalam sebuah pesan yang disiarkan di televisi pada hari Rabu (18/6) dan ketika agresi Israel terus berlanjut terhadap Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah pada “segala bentuk pemaksaan.”
Dia memuji rakyat Iran atas perilaku mereka yang “tenang, berani, dan tepat waktu”.
Dia mengatakan tanggapan berani dari rakyat mencerminkan kedewasaan bangsa yang sedang tumbuh, serta kekuatan spiritual dan intelektualnya.
“Bangsa Iran berdiri teguh menghadapi perang yang dipaksakan, sama seperti mereka akan dengan tegas menolak perdamaian yang dipaksakan,” katanya.
Dia menambahkan, “Ini adalah bangsa yang tidak akan pernah menyerah pada segala bentuk pemaksaan.”
Terkait dengan pernyataan bernada ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump belakangan ini, Ayatullah Khamenei memperingatkan ihwal risiko segala bentuk intervensi militer AS.
“Mereka yang memiliki kebijaksanaan, yang benar-benar memahami Iran, rakyatnya, dan sejarahnya yang panjang, tidak akan pernah berbicara kepada negara ini dengan bahasa ancaman. Iran tidak akan menyerah,” tegasnya.
“Amerika harus mengerti bahwa segala bentuk serangan militer AS akan mengakibatkan konsekuensi yang tidak dapat diubah,” lanjutnya.
Pesan terbaru Pemimpin tersebut disampaikan saat perang yang dipaksakan Israel terhadap negara Iran memasuki hari keenam pada hari Rabu. Perang mulai dikobarkan Israel pada hari Jumat, dan telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah komandan militer senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Agresi yang tidak beralasan itu terus berlanjut dan meningkat dalam lima hari terakhir.
Operasi balasan Iran, yang bersandi True Promise III (Janji Nyata III), dilancarkan pada Jumat malam, dengan menghantam sejumlah target intelijen militer strategis dan sensitif milik rezim Israel.
Kesebelas tahap operasi tersebut telah menyebabkan pukulan berat bagi Rezim Zionis, dan menimbulkan ketakutan para pemukim Zionis sehingga banyak yang bersembunyi di bunker.
Pada hari Selasa, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, dan menuduhnya sedang mengembangkan senjata nuklir. Para pejabat Iran menegaskan bahwa ini tidak sedang dalam perlombaan senjata nuklir, tapi siap untuk mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan Republik Islam Iran. (mm/presstv)