Demonstran Anti-Saudi Di Libya Sebut Bin Salman “Penggergaji”

0
81

Tripoli, LiputanIslam.com – Sejumlah besar warga Libya menggelar unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Arab Saudi di ibukota Tripoli, Libya, pada Sabtu malam (3/5/2019) untuk menandai protes dan kutukan mereka terhadap campur tangan politik, keagamaan dan militer Saudi di Libya.

Para pemrotes meneriakkan slogan-slogan anti Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman serta menyebutnya sebagai “Abu Minsyar” (Penggergaji), yaitu istilah yang terkait dengan kasus pembunuhan dan mutilasi jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di gedung konsulat Saudi di kota Istanbul, Turki. Berbagai laporan menyebutkan bahwa dalam kasus itu Khashoggi telah dimutilasi dengan menggunakan gergaji.

Massa meneriakkan slogan-slogan antara lain “Tiada Tuhan selain Allah, penggergaji adalah musuh Allah!” dan “Kerajaan, Kerajaan, kami tidak menghendaki Madkhali”.

Massa mengutuk donasi Saudi kepada milisi ekstremis Madkhali yang beraliran Salafi/Wahhabi dan mengikuti faham da’i Saudi Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Milisi ini diketahui telah menghancurkan warisan budaya, keagamaan, dan kemanusiaan di Libya serta menebar radikalisme dan sentimen sektarian hingga terjadi perpecahan di tengah masyarakat Libya.

Dilaporkan bahwa Jenderal Khalifa Haftar sebelum melancarkan serangan ke Tripoli pada 4 April telah berkunjung ke Saudi dan menemui Raja Salman dan Mohammed bin Salman.  Bocoran berita menyebutkan bahwa serangan ke Tripoli itu mendapat lampu hijau dari Saudi yang juga menjanjikan perlindungan politik internasional serta mendanai serangan itu secara materi dan militer.

Serangan pasukan Khaftar ke ibu kota Libya itu telah menyebabkan kontak senjata sengit yang sejauh ini telah menewaskan ratusan orang dan menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi demi menghindari pertempuran.

Rakyat Libya menyebut tiga negara Arab (Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir) dan sebuah negara Eropa (Prancis) bertanggungjawab atas serangan itu. (mm/alalam)

DISKUSI: