AlQuds, LiputanIslam.com – Puluhan ribu warga Israel pada Senin malam (17/6) berdemonstrasi di depan gedung parlemen Knesset di Al-Quds (Yerusalem) Barat, menuntut reformasi pemerintahan dan penyelenggaraan pemilihan umum, sebelum mereka menuju ke Kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pasukan polisi dalam jumlah besar dikerahkan dalam barisan yang dipasang di sekitar rumah Netanyahu, sebelum mereka mencoba mencegah massa maju dan menerobos penghalang polisi.
Polisi menangkap sedikitnya delapan pengunjuk rasa, dan tiga orang lain terluka, saat polisi membubarkan para demonstran yang berkumpul di depan rumah Netanyahu untuk menuntut pemilu dini dan kesepakatan pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas.
Beberapa video yang diedarkan oleh para aktivis di media sosial memperlihatkan petugas polisi mendorong paksa para demonstran di depan rumah Perdana Menteri di Jalan Gaza.
Polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan para demonstran, yang sebagian di antaranya membakar kertas-kertas yang berserakan di tanah.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan penggulingan pemerintah dan penyelenggaraan pemilu dini.
Polisi Israel menyatakan: “Dalam satu jam terakhir, gangguan kekerasan dan kerusuhan dimulai di Jalan Gaza di Yerusalem oleh ratusan perusuh yang melakukan kerusuhan di sana.”
Polisi Israel menambahkan: “Para perusuh ini, yang diizinkan untuk berdemonstrasi secara legal pada malam hari di daerah Knesset dan dalam prosesi yang terkoordinasi, dengan paksa menerobos penghalang polisi jauh di Jalan Gaza dan berusaha menembus barikade polisi di dekat rumah Perdana Menteri tetapi tidak berhasil dalam upaya untuk mendekati rumah itu.”
Menurut polisi, telah terjadi pelanggaran ketertiban dan kerusuhan disertai kekerasan di lokasi tersebut, termasuk beberapa kasus penyerangan terhadap petugas polisi dan pembakaran jalan.
“Setelah demonstrasi berubah menjadi kerusuhan dan kekerasan, seorang petugas polisi menyatakan bahwa demonstrasi tersebut ilegal dan memerintahkan untuk membubarkan diri. Para perusuh tidak menanggapi hal tersebut, sehingga polisi bergerak menggunakan kekerasan dan peralatan untuk membubarkan para perusuh,” terangnya.
Saluran 12 Israel melaporkan sejumlah demonstran terluka, tiga di antaranya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Jalan-jalan di dekat markas Knesset dipenuhi oleh para demonstran yang membawa bendera dan gambar tawanan Israel di Gaza. Di sana terlihat spanduk ber gambar Netanyahu dan sebuah telapak tangan merah dan disertai tulisan “Setan Jahat” dalam bahasa Inggris dan Ibrani.
Para demonstran juga membawa spanduk bertuliskan “Gulingkan pemerintah yang sulit ditangkap” serta meneriakkan “pemilu sekarang”, “pengkhianat”, dan “aib.
Demonstrasi tersebut merupakan salah satu kegiatan “Pekan Perlawanan” yang diumumkan oleh organisasi “Saudara Sesenjata”, sekelompok tentara veteran tentara Israel, yang dimulai Sabtu malam lalu dan berlanjut hingga Kamis. (mm/raialyoum)