
Ankara, LiputanIslam.com – Demi kesepakatan normalisi hubungan Turki dengan Israel, pemerintah Ankara tak segan-segan mendeportasi politisi Hamas Saleh al-Arouri yang didakwa Israel terlibat dalam operasi serangan Hamas di Tepi Barat.
Situs surat kabar Turki Sözcü dalam laporannya tentang ini, sebagaimana dikutip IRNA, Selasa (22/12) menyebutkan bahwa pekan lalu Turki dan Israel mencapai kesefahaman mengenai normalisasi hubungan bilateral, dan dalam kesefahaman itu Turki menyatakan bersedia mendeportasi al-Aruri sebelum dicapai kesepakatan final.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Turki mengenai laporan surat kabar tersebut.
Sözcü sendiri mengutip laporan koran Israel Haaretz bahwa berita pengusiran al-Arouri itu dikemukakan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di depan sekelompok anggota parlemen dari partai Likud yang berkuasa.
Dalam pidato itu dia mengatakan bahwa deportasi al-Arouri saja belum cukup bagi Turki, melainkan juga harus dibarengi komitmen Ankara supaya jangan sampai terjadi aksi “teror” terhadap Israel melalui wilayah Turki. Dia juga mengatakan bahwa meskipun al-Aruri dideportasi, namun kantor Hamas secara informal masih aktif dan mengoordinasikan operasi di Tepi Barat.
Menurut Netanyahu, masih ada beberapa kendala yang harus ditangani untuk memfinalkan kesepakatan normalisasi hubungan Ankara-Tel Aviv.
Turki sendiri sudah mengkonfirmasikan dimulainya perundingan mengenai normalisasi hubungan, dan dalam rangka ini delegasi pakar masing-masing sedang bekerja untuk menyusun draft kesepakatan. (mm)