Damaskus Kembali Serukan Penarikan Pasukan AS dari Suriah

0
110

Potret pasukan AS di Suriah. Sumber: Presstv

Damaskus, LiputanIslam.com  Damaskus kembali menyerukan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari  wilayah timur laut Suriah yang kaya energi,  dan memastikan bahwa pasukan pendudukan AS dan militan Takfiri sekutu mereka terlibat dalam penjarahan sistematis minyak, tanaman gandum dan komoditas lainnya.

Kemlu Suriah dalam sebuah pernyataannya, Rabu (14/12), menyebutkan angka terbaru menunjukkan bahwa perkiraan nilai kerugian yang diderita akibat serangan pasukan AS dan teroris sekutu mereka di wilayah Suriah mencapai $ 25,9 miliar.

“Penjarahan minyak mentah, gas alam, dan sumber daya mineral yang sedang berlangsung telah menimbulkan kerugian senilai $19,8 miliar, sementara 3,3 miliar hilang akibat tindakan vandalisme terhadap fasilitas penting,” bunyi pernyataan itu.

Kemlu Suriah menambahkan bahwa agresi udara oleh koalisi militer pimpinan AS yang dibentuk dengan dalih memerangi kelompok teroris ISIS telah menyebabkan kerusakan senilai $2,9 miliar pada instalasi minyak dan gas Suriah.

Kementerian itu menyebutkan nilai kerugian tidak langsung dari kebercokolan pasukan pendudukan AS di Suriah mencapai lebih dari $86 miliar, dan mencatat bahwa angka ini mewakili hasil yang hilang sebagai akibat dari produksi minyak mentah, gas alam, turunan minyak dan minyak yang lebih rendah.

“Keengganan Dewan Keamanan dan Sekretariat Jenderal mengutuk praktik pasukan pendudukan AS dan penjarahan minyak Suriah dan sabotase infrastruktur mereka tidak dapat diterima,” tegas Kemlu Suriah.

Lebih lanjut Kemlu Suriah menyerukan kepada PBB untuk memulai langkah-langkah yang bertujuan mengakhiri pelanggaran hukum internasional oleh pasukan sekutu pimpinan AS dan memberikan reparasi Damaskus selama bertahun-tahun agresi.

Suriah meminta PBB membantu mengakhiri kehadiran ilegal tentara AS di Suriah, membantu Damaskus menjalankan kedaulatan atas ladang minyak dan gas yang diduduki oleh pasukan militer AS, dan mengaktifkan mekanisme yang ditujukan untuk penghapusan segera dan tanpa syarat sanksi anti-Suriah demi memperbaiki situasi kemanusiaan di negara ini dan menyediakan kondisi yang sesuai untuk pengembalian pengungsi secara sukarela dan aman ke kampung halaman mereka. (mm/raialyoum)

 

DISKUSI: