Buntut Pernyataan Kontroversial Oknumnya, Al-Azhar Tegaskan Kewajiban Pengenaan Hijab

0
76

Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al-Tayib

Kairo, LiputanIslam.com  Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, menegaskan bahwa mengenakan jilbab atau hijab  merupakan kewajiban (fardu ain) bagi setiap wanita Muslim dewasa dan berakal sehat, dan bahwa hukum demikian telah ditetapkan dalam sumber-sumber hukum Islam dalam teks Al-Qur’an serta konsensus para ahli fikih Muslimin.

Al-Azhar membuat pernyataan demikian, Selasa (28/6), menyusul heboh adanya oknum dosen Al-Azhar yang membuat pernyataan kontroversial yang menyangkal kewajiban hijab dengan dalih bahwa hijab adalah pakaian adat atau kebiasaan yang menyebar setelah era Nabi Muhammad saw.

Al-Azhar menegaskan bahwa pernyataan kontroversial itu adalah pendapat pribadi oknum tersebut dan yang ditolak oleh Al-Azhar karena bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh umat Islam sejak 15 abad yang lalu. Al-Azhar juga menyatakan bahwa pendapat demikian menjurus pada “pencairan konstanta keagamaan”.

Al-Azhar mengingatkan bahwa menghindari hukum syariat dan ketetapan para ulama dengan dalih “kebebasan memahami nash” adalah metode ilmiah yang rusak (fasid).

Pernyataan kontroversial tentang hukum hijab itu sendiri berasal Dr. Saaduddin Al-Hilali, dosen ilmu fikih perbandingan Universitas Al-Azhar. Dia menyatakan pendapatnya bahwa mengenakan hijab tidaklah wajib bagi wanita Muslim.  Menurutnya, para fakih terpercaya telah menegaskan kalimat “kewajiban menutup aurat”, tapi kalimat ini kemudian didistorsi menjadi “kewajiban mengenakan hijab”.(mm/raialyoum)

DISKUSI: