Gaza, LiputanIslam.com – Juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, Abu Ubaidah, pada Senin malam (10/2) mengumumkan penundaan pembebasan tawanan Zionis yang dijadwalkan dibebaskan pada akhir pekan ini, karena terjadi pelanggaran berulang oleh Rezim Zionis Israel.
Juru bicara sayap militer Hamas tersebut mengatakan bahwa serah terima tawanan Zionis yang sedianya akan dibebaskan Sabtu 15 Februari 2025, akan ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, dan hingga Rezim Zionis berkomitmen dan memberikan kompensasi pada beberapa minggu terakhir secara retroaktif.
Dia menambahan,“Kami menegaskan komitmen kami terhadap ketentuan perjanjian tersebut selama pendudukan berkomitmen terhadapnya.”
Seperti diketahui, Israel dan Hamas sedang menjalani proses pelaksanaan perjanjian gencatan senjata selama enam minggu di mana Hamas membebaskan puluhan tawanan yang mereka ciduk dalam peristiwa serangannya terhadap Israe; pada 7 Oktober 2023, dengan imbalan sekira 2000 tahanan Palestina.
Abu Ubaidah menjelaskan bahwa pimpinan perlawanan Palestina telah memantau pelanggaran dan ketidak patuhan Israel pada ketentuan perjanjian selama tiga minggu terakhir, mulai dari penundaan pemulangan para pengungsi ke Jalur Gaza utara hingga seranganm terhadap mereka dengan penembakan dan pemboman.
Jubir al-Qassam menambahkan bahwa di berbagai wilayah di Jalur Gaza, pasokan bantuan dalam bentuk apa pun tidak diizinkan masuk seperti yang telah disepakati, padahal pihak perlawanan telah memenuhi semua kewajibannya.
Di pihak lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, segera menanggapi langkah Hamas dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan “pelanggaran penuh terhadap perjanjian gencatan senjata”.
“Saya telah menginstruksikan (militer) untuk bersiap pada tingkat kewaspadaan tertinggi untuk setiap kemungkinan skenario di Gaza,” kata Katz.
Hamas dan Israel telah melakukan lima pertukaran sejak gencatan senjata mulai berlaku bulan lalu, masing-masing membebaskan 21 warga Israel dan lebih dari 730 warga Palestina.
Pertukaran berikutnya dijadwalkan pada hari Sabtu berupa pembebasan tiga tawanan Israel dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.
Beberapa warga sipil Palestina telah ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel saat mereka kembali ke rumah mereka. (mm/alalam/aljazeera)