Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, merilis gambar baru di Telegram, berjudul ” Tak Ada Kata Menyerah dalam Kamus Kami,” yang menegaskan kembali komitmen mereka kepada perlawanan dan tekad untuk terus berjuang meskipun kondisi lapangan sangat komplek di Rafah.
Pesan media ini dirilis pada Kamis pagi (27/11) manakala pasukan pendudukan Israel terus mengepung sekelompok pejuang Palestina di dalam beberapa terowongan di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, di tengah pengejaran dan pembunuhan terarah yang dilakukan oleh pasukan musuh dalam beberapa hari terakhir.
Sumber-sumber lapangan menyebutkan bahwa pasukan pendudukan menggunakan kekuatan militer ekstrem, termasuk pengeboman berulang kali dan penggunaan gas beracun, dalam upaya untuk memaksa para pejuang perlawanan yang terkepung agar menyerah.
Dalam pernyataan sebelumnya, Hamas menegaskan bahwa pendudukan tersebut melakukan kejahatan brutal dengan mengejar, membunuh, dan menangkap para pejuang perlawanan yang terjebak di terowongan Rafah.
“Siasat agresif ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata dan bukti tak terbantahkan dari upaya yang sedang berlangsung untuk melemahkan dan menghancurkan perjanjian ini,” kata Hamas dalam siaran persnya.
Hamas menjelaskan pihaknya “telah mengerahkan upaya yang cukup besar selama sebulan terakhir dengan berbagai pemimpin politik dan mediator untuk menyelesaikan masalah para pejuang dan kepulangan mereka. Gerakan ini menyajikan gagasan dan mekanisme spesifik untuk mengatasi masalah ini, dengan tetap menjaga komunikasi penuh dengan para mediator dan pemerintah AS, sebagai salah satu penjamin perjanjian gencatan senjata. Namun, rezim pendudukan justru merusak semua upaya ini, dengan menggunakan bahasa pembunuhan, kejahatan, penganiayaan, dan penangkapan, sehingga menggagalkan upaya para mediator yang bekerja tanpa lelah dengan berbagai pihak internasional untuk mengakhiri penderitaan para pejuang heroik ini.”
Hamas menganggap Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas nyawa para pejuang, dan menyerukan para mediator untuk segera mengambil tindakan guna menekan Israel agar mengizinkan mereka pulang, “menganggap mereka sebagai contoh unik pengorbanan, kepahlawanan, dan kesabaran, serta simbol martabat dan kebebasan rakyat Palestina.” (mm/alalam)